Devotionals
From Momster to Calm Mom
Penyebab Mommy Menjadi Momster
Momster merujuk kepada mama yang menjadi monster akibat tekanan dan lelah secara emosi. Salah satu penyebabnya adalah pandemi yang sudah berlangsung selama setahun ini. Pemicu mommy menjadi momster bisa berbagai hal, diantaranya:
- Pandemi yang memaksa semua kegiatan berlangsung di rumah, termasuk sekolah dan bekerja. Mommy yang biasanya setelah mengantar anak ke sekolah bisa santai, enjoy, dan punya me-time, dibuat stress karena harus ikut sekolah di rumah. Belum lagi membantu mereka mengerjakan PR, membuat video, sementara harus masak dan mengurus rumah.
- Krisis ekonomi membuat mommy khawatir dan cemas. Misalnya pemotongan gaji yang berkisar 20% - 50% yang memaksa keluarga memakai tabungan untuk kebutuhan hidup. Hal ini dapat menyebabkan depresi, sehingga stress level mom meningkat. Ciri-cirinya bisa susah tidur, gampang parno, khawatir berlebihan.
- Pandemi yang memaksa untuk melakukan social distancing. Bagi orang yang suka bersosialisasi, akan merasa stress karena tidak bisa berkumpul lagi seperti dulu.
- Hubungan suami isteri yang buruk. Suami ingin dilayani, sedangkan isteri kelelahan sehingga tidak excited untuk melayani suami. Dan hal ini dapat berpeluang menimbulkan konflik baru.
Momster to Calm Mom
Apa saja respon yang buruk akibat kelelahan emosi tersebut?- Berteriak
- Memukul atau menganiaya secara fisik. Misalnya mencubit anak saat marah.
- Mendiamkan
- Mengancam
- Belittling/verbal abuse. Merendahkan atau tidak hormat terhadap suami, baik melalui perkataan ataupun bahasa tubuh.
Cara Menjadi Calm Moms
- 3C: Connect, Cool Down, Control Our Breathing
Selain itu, kita perlu connect dengan anak. Bukan hanya bertanggung jawab sebagai ibu (masak, menyiapkan makanan, mengantar ke sekolah, dll) tapi tidak ada koneksi dalam satu rumah. Perlu membangun obrolan, doa bersama anak-anak, tanya kabar, dan terus membangun komunikasi.
- Waspada terhadap stress level dan hindari memberikan penghukuman dalam amarah.
- Tertawa di tengah kekacauan.
- Mendengar tanpa menghakimi atau memberikan nasehat.
- Menguasai reaksi (Master Our Reaction).
Disiplin dan Instruksi
Disiplin
Efesus 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.Yang Tuhan mau adalah disiplin dan instruksi kepada anak-anak kita. Terkadang tanpa sadar, kita provoke atau memancing anak kita menjadi kesal atau marah sama kita. Misalnya berbicara dengan intonasi suara tinggi. Kita perlu pikirkan atau tanya kepada anak dan juga suami, hal atau sikap apa yang dapat memancing mereka jadi kesal sama kita.
Displin itu bukan tentang ini boleh, itu tidak boleh. Jika anak kita seringkali bertanya tentang boleh tidak bolehnya, mungkin kita selama ini hanya kasih tahu apa yang boleh dan tidak. Tanpa memberikan penjelasan mengapa ini boleh atau tidak.
Disiplin juga bukan tentang memberi hukuman, supaya mereka mengerti. Disiplin adalah tentang melatih pola pikir seseorang dan karakternya sehingga dia bisa membangun penguasaan diri, mengerti benar atau salah, serta konsekuensinya.
Misalnya anak izin ingin kumpul-kumpul dengan teman di tengah pandemik, jangan langsung marah-marah dan melarang, tapi coba untuk banyak bertanya dan ajak anak berpikir. Berapa orang yang ikut? Kamu mau ikut tidak? Ketika keluar apa yang harus dilakukan? Kalau terdampak covid bagaimana, konsekuensinya siap atau tidak? Biarkan anak berpikir dan mengambil keputusannya sendiri. Itulah yang disebut disiplin.
Instruksi
Instruksi adalah tindakan atau proses mengajar dengan memberikan arahan dengan tujuan yang jelas, secara berkala (intentionally), dan step-by-step tentang bagaimana melakukan sesuatu.
Misalnya, ketika anak mau pergi dengan teman-temannya, kasih arahan yang jelas. Jangan salaman, jangan pegang-pegang muka. Jangan kita hanya menaruh ekspektasi yang tinggi, tapi kita tidak temani anak kita dan tunjukkan prosesnya seperti apa. Hal ini masih berhubungan dengan disiplin yang tadi, tetapi arahannya jelas.
Disiplin dan Instruksi Yang Menyenangkan
Disiplin dan instruksi adalah proses yang panjang. Sampai kapan kita melakukan peran sebagai orang tua? Meskipun anak sudah menikah, kita tetaplah mommy bagi mereka dalam batasan yang wajar tentunya.
Karena proses ini panjang dan melelahkan, jadi harus dilakukan dengan fun, agar anak tidak bosan. Jangan hanya buat aturan tertulis. Bayangkan proses yang panjang ini dilakukan dengan serius, dan tegang? Mom pasti stress terlebih anak-anak.
Disiplin dan intruksi harus dilakukan berulang-ulang, dilakukan terus menerus secara konsisten, dan jelas.
Tips
Sarah juga berbagi tips yang sangat berguna diantaranya:
- Menerapkan nilai-nilai & karakter Kristus yang akan dilatih
Tetapkan aturan dasar dan batasan dengan jelas (jadwal, aturan di rumah, dll) Meskipun tampaknya di tengah pandemik sudah tidak ada batasan karena anak memakai gadget untuk sekolah dan berinteraksi dengan teman, sebenarnya tetap bisa diterapkan, asalkan mom juga dapat fleksibel dan menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Misalnya: ditetapkan jadwal liburan, jadwal bermain, jadwal les, jadwal bantu-bantu di rumah, dan jadwal tidur. Supaya anak jelas dan tidak bingung karena tidak adanya aturan
- Melatih lifeskill dan self-control anak
Konsekuensi
Selain aturan, mom juga perlu jelas tentang penerapan konsekuensi. Berikut adalah beberapa konsekuensi yang ada:
- Konsekuensi alami
- Konsekuensi yang ditetapkan bersama
- Konsekuensi seimbang
- Konsistensi dan ketegasan sangat penting namun tidak kaku.
Hal yang Terutama
Yang terakhir Pdt. Sarah juga menekankan hal yang utama sebagai orangtua. Menurut Pdt. Sarah banyak orang tua membangun anak secara performance dan hasil. Namun sebenarnya, yang paling dibutuhkan adalah karakter, nilai, hubungan, dan pengenalan akan Tuhan.
PDA akhirnya ditutup dengan sharing beberapa moms yang belajar dari apa yang Pdt. Sarah bagikan. Tak lupa mereka juga berfoto bersama untuk mengabadikan moment tersebut sebelum akhirnya ditutup dalam doa.
Semangat para mommy, jangan jadi Momster ya, yuk kita jadi Calm Moms!
Video selengkapnya dapat diihat di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=_yp9C3AO7D0
-
Related Articles:
- Pahami Dunia Mereka: Mengasihi dan Menerima Anak Remaja Anda
- Menemukan Damai di Tengah Kesibukan Harian Seorang Ibu
- 5 Tips Mendidik Anak Laki-Laki
- Bagaimana Cara Mengajarkan Kasih kepada Anak?
- Metode Bijak Mengajar Anak Remaja agar Takut akan Tuhan
Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.
Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://gkdi.org Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/ Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/ Blog: https://gkdi.org/blog/ Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa
Video Musik:
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya