Kembali ke Blog

Devotionals

Hormat kepada Suami Tanpa Memandang Kondisi, Mungkinkah?

Oleh suwandi setiawan · 10 Agustus 2020 · 5 menit baca
Hormat kepada Suami Tanpa Memandang Kondisi, Mungkinkah?

Hormat kepada suami, itulah nasihat utama pendeta bagi seorang mempelai wanita yang  berdiri di altar untuk menerima pemberkatan nikah. Sembari mengamini pesan tersebut dengan yakin, sang pengantin tersenyum bahagia ke arah pria pujaannya. Lalu, dengan serius dia menyimak tips-tips hidup pernikahan dalam khotbah, berharap itu semua bisa menjadi bekalnya di hari-hari mendatang.

Namun, seiring waktu, ternyata menghormati suami tidak semudah mengucapkannya. Pacar atau tunangan yang mengagumkan tak selalu menjelma menjadi suami yang menyenangkan. Pasangan idaman itu tidak sesuai dengan kenyataan. Kelemahan dan kekurangan suami kerap membuat rasa hormat istri memupus.

Apakah Anda sedang kesulitan menghormati suami? Bagaimana cara menaruh hormat pada suami, apa pun keadaannya? 

Hormat kepada Suami: Bukan karena Orangnya

Semasa pacaran, tentu ada hal-hal baik yang Anda lihat dalam diri calon suami, sehingga Anda mau menikah dengannya. Kemudian, penilaian itu berubah setelah menikah. Banyak hal tersembunyi yang baru diketahui setelah hidup bersama.

Sayangnya, menikah tidak seperti berganti pakaian yang bisa kita lakukan saat merasa tidak cocok. Menikah adalah janji seumur hidup dengan pasangan, bagaimana pun kondisinya. Alih-alih “mengganti” pasangan, yang harus kita lakukan adalah memperbaiki pernikahan itu sendiri. Dan, Tuhan sudah memberikan resep yang baku agar hidup pernikahan berjalan dengan baik. 

Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. – Efesus 5:33

Idealnya, resep ini akan manjur apabila dipraktekkan oleh kedua belah pihak: Suami harus mengasihi istri, dan istri menghormati suami. Apa daya, hidup pernikahan tidak selalu ideal. Banyak suami yang mengeluh karena merasa tidak dihormati, dan sebaliknya, banyak istri yang merasa tidak dikasihi. 

Jika masing-masing pihak menuntut “hak”nya untuk dihormati atau dikasihi, lantas siapa yang akan bertindak terlebih dahulu? Kalau kondisi ini dibiarkan, keduanya tinggal menunggu waktu, kapan bahtera rumah tangga mereka karam dengan sendirinya.

Para istri, ingatlah bahwa Tuhan tidak memerintahkan Anda untuk menghormati suami yang baik saja. Rasa hormat ini diberikan kepada semua suami, tanpa kecuali. 

-

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya. – 1 Petrus 3:1

Ayat ini menyatakan bahwa istri harus tetap hormat kepada suami yang tidak taat kepada firman Tuhan sekalipun. Jadi, baik bersuamikan orang Kristen atau bukan, seorang istri Kristen harus menghormati suaminya. 

Namun, jika ada perilaku dari abusif, baik dari kata-kata maupun tindakan, seperti kekerasan dalam rumah tangga, Anda bisa bercerita dengan komunitas rohani atau mentor rohani. Anda bisa bercerita kepada komunitas rohani atau mentor rohani. Jika Anda belum memiliki komunitas, kami punya komunitas Married Ministry yang bisa Anda ikuti. Atau, Anda dapat menghubungi kami melalui nomor Whatsapp yang tercantum di bawah artikel untuk konsultasi secara personal.

Memang, menghormati suami yang penuh kasih terdengar lebih mudah. Namun, Tuhan menghendaki kita untuk saling mengasihi dan memaafkan. Dengan adanya hal kasih dan pengampunan, kita akan lebih mudah untuk bisa menghormati suami apapun keadaannya.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. – Kolose 3:13

Hormat kepada Suami karena Tuhan

Saya mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan hati-Nya. Dan, salah satu hal yang membuat-Nya senang adalah ketika saya menghormati suami saya. Tuhan adalah Bapa yang baik, dan saya beserta suami—bagaimana pun keadaannya—adalah anak-anak-Nya. 

Setelah mengetahui hal ini, apakah Anda masih berat melakukannya?

“Tapi, suamiku cuek dan sering tidak peduli pada perasaanku. Dia juga lambat, ceroboh, dan kurang bisa memimpin. Bagaimana mungkin aku menghormati orang seperti itu?” 

Mungkin keluhan semacam ini sering terdengar di kalangan istri. Bukannya menolong dan mendukung suami, istri justru semakin sulit menghormati. Tak jarang, situasi ini membuat istri tergoda mengambil alih kepemimpinan suami dalam keluarga.

Ketika hal ini terjadi, rumah tangga akan semakin hancur. Karena, sejak awal Tuhan merancang bahwa suami adalah pemimpin dan istri adalah penolong, bukan sebaliknya.   

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” – Kejadian 2:18

Istri adalah penolong yang sepadan bagi suaminya. Sering sekali, Tuhan menitipkan kekuatan di dalam diri seorang istri untuk mengatasi kelemahan suaminya. Coba perhatikan teman atau saudara Anda dengan pasangan mereka masing-masing. Anda akan takjub melihat bagaimana mereka umumnya memiliki karakter yang berbeda dari pasangan mereka. Tuhan merancang suami dan istri untuk saling melengkapi kekurangan serta kelebihan satu sama lain.

“Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik dan menghormati suamiku, tapi dia tidak kunjung berubah. Sampai kapan aku harus bersabar?” Begitulah pertanyaan selanjutnya.

Kalau Anda menghormati suami hanya agar dia berubah sesuai keinginan Anda, biasanya Anda akan kecewa. Berbuat hal baik demi mendapat hasil yang baik itu wajar. Namun, kalau itu menjadi satu-satunya alasan Anda, bersiaplah untuk kecewa. Jika tidak ingin  kecewa, ingatlah bahwa dalam situasi ini, Anda tidak sedang berurusan dengan manusia. Anda bukan melakukannya untuk suami, tetapi untuk Tuhan.

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. – Kolose 3:23

Tuhan Berkuasa Mengubahkan

Betul, Tuhan berkuasa mengubahkan, namun kita pun perlu melakukan bagian kita. Saat kita menemukan kelemahan suami, kita perlu tekun berdoa akan hal itu kepada Tuhan. Doakan agar suami bertumbuh dalam kelemahannnya dan juga agar Anda, sebagai istri juga bertumbuh dalam mengasihi dan menghormati suami.

Lakukan bagian Anda dengan penuh sukacita dan biarkan Tuhan juga melakukan bagian-Nya. Perlahan, Anda akan terpesona melihat cara kerja Tuhan. Suami yang cuek dan tidak peduli—sesuai label yang pernah Anda sematkan—kini mulai menunjukkan perhatiannya kepada Anda. Dia terdorong melakukannya ketika melihat penerimaan Anda yang begitu besar kepadanya dan perubahan sikap Anda.

Bisa jadi suami masih tetap lambat dan ceroboh—lagi-lagi seperti label yang Anda sematkan—tetapi yang mengherankan, Anda tidak lagi merasa jengkel. Mengapa? Karena, Tuhan mengubahkan ketidaksabaran Anda melalui kelemahan suami. Tuhan tidak selalu mengubahkan suami, dan ketika ini terjadi, mungkin Tuhan ingin Andalah yang berubah.

Banyak bacaan yang mengajarkan cara-cara menghormati suami. Namun, semua itu sebaiknya dilandaskan pada pola pikir yang benar, yaitu mengapa istri harus hormat kepada suaminya. Ketika Anda menghormati suami bukan karena kondisinya, melainkan karena kasih kepada Tuhan, maka menghormati suami, apa pun kondisinya, menjadi mungkin dilakukan. Kiranya Tuhan memberkati pernikahan Anda. Amin!

-

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Tak Sabar dengan Istri? Ini Kata Tuhan Soal Kesabaran Suami

Jatuh Cinta atau Tetap Cinta?

Video inspirasi: