Devotionals
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru.
Berbicara hidup yang baru, ada satu pengalaman yang saya ingat. Setelah sekian lama bekerja di kantor, saya diminta orang tua untuk membantu usaha mereka di pasar tradisional.
Hari terakhir saya berangkat ke kantor, saya ingat memasuki pasar tradisional tersebut dengan pakaian kerja. Saya membayangkan keesokan harinya saya akan menjadi bagian dari orang-orang yang berada di pasar tersebut. Hidup baru, itu yang saya pikirkan.
Saya bertanya-tanya, apakah saya bisa menikmati perubahan hidup ini. Jam kerjanya tidak normal. Saya harus bangun setiap jam tiga pagi dengan jam kerja yang panjang.
Akankah saya bisa mengelola pekerjaan baru tersebut dengan baik? Cemas, khawatir dan tentunya gugup karena semuanya adalah hal baru yang harus saya pelajari dari nol.
Hidup Baru = Melupakan Apa Yang Di Belakang
Dan kini, tahun baru telah tiba. Mungkin banyak diantara kita yang bersiap-siap menghadapi tahun yang baru ini. Bagi kalian yang mengalami masa-masa berat di tahun lalu, mungkin berpikir untuk hidup baru. Mulai kembali menata masa depan, bangkit dari keterpurukan, atau mungkin hidup baru secara rohani.
Tak bisa dipungkiri, cemas, khawatir, takut dan gugup pasti menghantui. Nah, kira-kira apa saja yang kita perlukan di dalam memasuki hidup baru?
Filipi 3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Ketika memasuki hidup baru, tentu kita harus melupakan apa yang telah terjadi di belakang. Kita tidak boleh terus-menerus hidup di dalam masa lalu. Jika kita tetap hidup di masa lalu, kita tidak akan pernah bisa maju.
Paulus juga memiliki masa lalu yang tidak menyenangkan. Dia pernah menentang murid Yesus, menyeret mereka dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain, memasukkan mereka ke dalam penjara dan menyesah mereka (Kis 22:19). Boleh jadi, dia menyesali semua itu.
Namun Paulus tidak ingin larut dengan masa lalunya. Ia melupakan semua yang terjadi di belakang, dan fokus dengan apa yang ada di hadapan sambil berlari untuk mencapai tujuannya.
Seperti seorang pelari, ia berlari dan tidak sedetik pun menoleh ke belakang. Ia akan fokus jalan di depannya: garis finish. Sama halnya dengan kita hari ini, jangan melihat ke belakang, mari fokus ke tujuan sembari menata apa yang bisa kita perbaiki dari masa lalu.
Kita boleh belajar dari masa lalu, tapi jangan terikat dengan masa lalu kita.
Jangan Melupakan Tuhan Dalam Perencanaan
Yakobus 4:13-15 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata, :Jika Tuhan menghendakinya, akmi akan hidup dan berbuat ini dan itu
Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi esok, maupun lusa. Hari ini kita sehat, malamnya bisa saja kita jatuh sakit. Atau kemarin kita muda dan sehat, tapi lepas terbenamnya matahari, kita telah terbujur kaku.
Yakobus benar, bahwa hidup itu seperti uap yang sebentar kelihatan, lalu menghilang. Tidak ada jaminan tentang hari esok. Karenanya kita tidak boleh mengabaikan Tuhan dalam setiap perencanaan kita akan hidup baru. Yakobus mengingatkan kita untuk tidak tinggi hati, namun terus bergantung kepada Tuhan.
Lakukan Dengan Kesungguhan
Ibrani 6:11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya
Jika kita ingin menjadi orang yang berbeda, mari berubah dengan konsisten. Cari komunitas yang bisa menolong, atau lingkungan yang mendukung.
Jika kita ingin melakukan peluang bisnis yang baru, buat perencanaan dengan baik, sambil menyerahkannya kepada Tuhan.
Atau jika kamu akan menjalani kehidupan baru karena, misalnya kamu pindah ke kota lain atau negara lain. Lakukan juga dengan sungguh-sungguh. Lupakan masa lalu, sungguh-sungguh ingin mengenal lebih banyak teman dan belajar satu sama lain.
Atau Jika kamu akan masuk dalam bahtera rumah tangga, hidup baru bersama pasangan kamu, lakukan dengan kesungguhan di hadapan Tuhan. Supaya rumah tangga kalian menjadi berkat dan contohan bagi orang lain.
Memulai Langkah Baru
Akhir kata, hidup baru, tentu tidak semudah yang kita bayangkan, namun juga tidak sesulit yang kita kira. Tahun lalu telah berakhir, diiringi dengan kegagalan maupun kemenangan. Jangan kecewa, kita masih memiliki hari baru di tahun ini untuk memulai lembaran baru, dan hidup baru. So, new life, new beginning! Semoga sukses!ARTIKEL TERKAIT
Hari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnyaTahu Allah Sumber Kuatku? Ini Dia Arti Liriknya
“Allah sumber kuatku dan bagianku, selamanya, selamanya”. Demikian lirik bait terakhir sebuah lagu rohani kesukaan saya. Biasanya lagu tersebut didendangkan di gereja menjelang…
Baca selengkapnya