Devotionals
Kiat Membagi Waktu untuk Tuhan bagi Para Ibu Muda
Setiap ibu pasti pernah merasakan hal ini. Rasa sakit yang dialami selama persalinan itu pun terbayarkan ketika Anda melihat bayi mungil dalam pelukan Anda. Buah cinta yang merupakan bagian dari diri Anda dan pasangan, kini hadir dalam kehidupan Anda. Mulai detik itu, dunia Anda tak pernah sama lagi.
Namun, bersama kebahagiaan itu, datang pula tanggung jawab baru. Kesibukan yang tiada habisnya untuk mengurus si kecil membuat Anda tertekan dan mulai kehilangan sukacita. Semua kesenangan Anda seakan lenyap. Anda sulit membagi waktu, bahkan tak punya waktu untuk diri sendiri. Lambat-laun, hubungan Anda dengan Tuhan pun menjadi renggang.
Saat ini terjadi, apa yang harus Anda lakukan?
Menjadi Ibu: Babak Baru, Kesibukan Baru
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan. – 1 Petrus 2:2
Periode menyusui adalah masa-masa yang indah sekaligus melelahkan. Jika Anda adalah ibu yang harus mengerjakan segala sesuatunya sendiri, tanpa bantuan asisten rumah tangga atau anggota keluarga lain, Anda akan kewalahan. Bayi yang baru lahir membutuhkan air susu murni dari ibu agar pertumbuhannya maksimal. Biasanya bayi akan menyusu setiap 2-3 jam, sebanyak 8-12 kali perhari.
Ketika waktunya tiba, Anda tergopoh-gopoh datang untuk menyusui si kecil, lalu kembali ke dapur untuk memasak. Selesai menyiapkan makanan, Anda kembali menyusui, lalu pergi mencuci pakaian. Cucian belum selesai, bayi Anda terbangun dan merengek-rengek. Lagi, Anda kembali ke kamar untuk melihat apa kebutuhannya, dan demikian seterusnya. Tak hanya itu, Anda juga harus merapikan rumah, membersihkan kotoran si kecil, serta mengganti popoknya beberapa kali sehari.
Tanpa terasa, satu hari telah berlalu. Saat malam tiba dan Anda ingin istirahat, bayi Anda terbangun beberapa kali dalam semalam. Akhirnya Anda selalu merasa kelelahan. Jangankan melakukan saat teduh, untuk tidur pun waktunya tak pernah cukup.
Menyiasati Jadwal
Setelah menjalani babak baru kehidupan sebagai seorang ibu, level stres Anda mungkin bertambah. Bulan-bulan pertama memang berat. Tak jarang, Anda gagal melakukan saat teduh, atau sering ketiduran saat hendak membaca Alkitab. Anda sulit membagi waktu, bahkan tak punya waktu untuk diri sendiri. Untuk sekadar berbedak dan memulas lipstik saja Anda tak sempat, apalagi merawat tubuh!
Ada masa-masa, ketika baru menjadi ibu muda, saya jadi prihatin dengan keadaan saya sendiri. Sepanjang hari, hidup saya hanya berputar di sekitar dapur, tempat cucian, dan bayi. Sore hari, setelah pekerjaan rumah selesai, saya berdiam di kamar dengan si kecil, ditemani lantunan lagu dari radio tua. Sementara pasangan saya bekerja, sibuk melayani di ministry, dan mengikuti pertemuan komunitas, saya tidak bisa ke mana-mana.
Saya sempat merasa betapa sempitnya dunia saya setelah menjadi seorang ibu. Lenyap sudah masa muda saya yang menyenangkan.
Nah, moms, ketika hal semacam ini terjadi, apa yang harus kita lakukan?
"Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! – Mazmur 118:24
-
Ingatlah bahwa hari ini adalah hari yang dulu pernah Anda impikan, rencanakan, dan doakan, lagi dan lagi. Hari di mana Anda akhirnya punya keluarga, seperti yang selalu Anda inginkan. Dengan memiliki suami, serta anak untuk Anda besarkan, bukankah artinya mimpi Anda telah menjadi kenyataan?Jangan pernah lupakan siapa yang telah memberikan Anda hal-hal berharga tersebut: Tuhan! Dialah Allah yang memberikan apa yang menjadi keinginan hati Anda. Jadi, jangan lupa untuk bersyukur kepada-Nya setiap hari.
Kembalikan hubungan Anda dengan Tuhan melalui saat teduh. Meski jadwalnya tidak lagi seteratur dulu, Anda tetap bisa meluangkan waktu untuk Tuhan di sela-sela kesibukan. Ini tipsnya:
- Anda bisa menyusui sembari berdoa atau membaca Alkitab.
- Saat bayi tidur, gunakan waktu tersebut untuk membaca firman atau berdoa.
Related Articles:
- Gunakan Waktu untuk Tiga Hal Berikut, Selagi Masih Bisa Menyebut “Hari Ini”
- Tabungan Emosional Keluarga
- Kobarkan Semangat Hidup: Raih Kekuatan di dalam Kelemahan
- Ekspektasi Tuhan dan Ekspektasi Manusia
- Mencari Bahagia: Gampang atau Susah?
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya