Kembali ke Blog

Devotionals

Sulit Berdoa Karena Stres? Atasi dengan Cara Ini

Oleh novia collis · 20 Januari 2021 · 5 menit baca
Sulit Berdoa Karena Stres? Atasi dengan Cara Ini

Tak ada manusia yang luput dari stres. Janin dalam kandungan pun bisa mengalami stres ketika sesuatu yang buruk terjadi pada fisik atau mental ibunya. Terlebih lagi kita, yang harus menghadapi berbagai tantangan dan masalah setiap hari. Kendala finansial, masalah kesehatan, dan hubungan yang tidak sesuai harapan adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan stres.

Cara setiap orang menanggapi stres juga berbeda-beda. Ada yang jadi terdorong untuk banyak makan, atau justru kehilangan selera makan. Ada yang menangis, ada yang berdiam diri, ada pula yang mencari pelarian lewat obat-obatan terlarang atau pergaulan bebas. Sebagai orang percaya, kita punya satu solusi untuk meredakan stres, yaitu berdoa.

Masalahnya, tidak mudah untuk berdoa dalam keadaan tertekan. Apa yang harus kita lakukan ketika ini terjadi?

Berdoa agar Tenang, atau Tenang agar Bisa Berdoa?

Siang itu saya mendapat kabar bahwa ayah mertua saya harus melakukan swab test dan diisolasi di rumah sakit. Pikiran saya seketika kalut. Bagaimana kalau beliau dinyatakan positif terinfeksi COVID-19? Apa jadinya ibu mertua dan ipar-ipar saya yang selama ini menjaga dan merawat beliau? Bagaimana pula nasib suami saya, yang sempat pulang kampung dan melakukan kontak langsung dengan mereka?

Tak lama berselang, suami saya pulang sambil menenteng bungkusan berisi makanan favorit kami. Namun, saat itu saya sudah kehilangan selera makan. Selama makan, pikiran saya terus melanglang tak tentu arah. Anehnya, suami saya tampak tenang dan tidak menunjukkan kekhawatiran di depan saya dan anak-anak.

Setelah berdiskusi, saya dan suami memutuskan untuk pulang kampung dan menitipkan anak-anak dalam asuhan keluarga besar. Sebelum berangkat, kami berdoa bersama terlebih dahulu. Kami mendoakan agar ibu mertua saya tetap tenang, agar ayah mertua saya tidak terpuruk dan hasil tesnya negatif. Andaipun hasilnya positif, semoga beliau tetap memiliki semangat untuk pulih, dan kami semua sehat-sehat saja.

Berdoa memang mendatangkan kelegaan. Dengan berdoa, kita sudah menyerahkan kekhawatiran kita kepada Tuhan dan tidak perlu lagi memikulnya.

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. – 1 Petrus 5:7

Akan tetapi, ada kalanya kita harus menenangkan diri terlebih dahulu agar bisa berdoa. Karena, kalau kita kalut atau gelisah, pikiran kita tidak terkendali, bagaimana mungkin kita bisa berdoa kepada Tuhan?

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. – 1 Petrus 4:7

Kita perlu menenangkan diri agar bisa berserah dalam doa. Dan, kabar baiknya, setelah berdoa, kita akan semakin tenang karena kekhawatiran itu telah kita serahkan kepada Tuhan. Kabar baik berikutnya, Tuhanlah yang berkuasa memelihara hidup kita dalam kondisi apa pun. Dia akan meluputkan kita, atau Dia akan menguatkan kita dalam menjalani tantangan yang ada. Yang pasti, Tuhan senantiasa memelihara kita.

Singkirkan Stres dengan Mengubah Pola Pikir

Stres adalah reaksi tubuh yang muncul saat kita merasa terancam atau tertekan oleh keadaan. Hal ini menyebabkan kita tidak bisa berpikir tenang karena gugup, marah, atau putus asa. Dalam kondisi ini, tentu saja kita akan sulit berdoa. Jadi, sebelum berdoa, kita harus menenangkan diri terlebih dahulu (1 Petrus 4: 7). 

Dengan berdoa, bukan berarti masalah kita langsung selesai, tetapi kita akan menjadi lebih tenang dan siap menghadapinya. Singkirkan rasa stres Anda dengan mengingat beberapa hal berikut:

1. Stres Tidak Menyelesaikan Masalah

Mengkhawatirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi sama sekali tidak mendatangkan solusi. Justru, dalam jangka panjang, rasa cemas itu berpotensi mendatangkan berbagai penyakit.

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? – Lukas 12:25

Ayat inilah yang menguatkan hati suami saya. Saat saya khawatir dan gelisah, ia justru sibuk menangani berbagai hal terkait dokumen administrasi untuk rumah sakit. Setelah berdoa, suami saya yakin bahwa kami dapat saling mendukung dan menguatkan para anggota keluarga yang lain dalam menjalani situasi tersebut.

2. Stres Membuat Hari Lebih Berat

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” – Matius 6:34

Fokuslah pada solusi permasalahan yang bisa Anda selesaikan hari ini. Mencemaskan keadaan esok hari akan membuat hari yang Anda jalani terasa lebih berat dan melelahkan. Apa pun hasilnya, tak perlu dipikirkan sekarang. Hadapi saja urusan yang bisa Anda selesaikan sekarang, dan biarlah urusan hari esok menemukan solusinya sendiri.

3. Stres Mendatangkan Penyakit

Stres berkepanjangan dapat memicu penyakit jantung, sakit kepala, masalah pernapasan, pencernaan, dan lain-lain. Intinya, pikiran yang tertekan dapat mengundang berbagai penyakit dan merugikan kesehatan Anda.

Dengan berpikir positif, hati Anda akan lebih gembira, dan Anda mampu berpikir jernih sehingga lebih mudah mendapatkan solusi atas masalah Anda.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. – Amsal 17:22

Saya dan suami memilih berpikir positif selama menunggu hasil swab test ayah mertua saya. Kami tetap semangat dan yakin akan pertolongan Tuhan, apa pun hasilnya. Puji Tuhan, hasil tesnya negatif, dan beliau dipindahkan ke ruang rawat biasa.  Kini beliau sedang menjalani pemulihan di rumah. Kami percaya, dengan hati yang gembira, beliau akan lebih cepat pulih seperti sediakala.

Semua orang pernah mengalami stres dan punya cara berbeda-beda dalam menghadapinya. Beruntung bagi kita orang percaya, berdoa adalah cara yang manjur. Dan, agar bisa berdoa dengan hikmat, singkirkan stres Anda terlebih dahulu. Ingatlah bahwa alih-alih menyelesaikan masalah, stres justru membuat hari Anda terasa berat dan merugikan kesehatan Anda.  Dengan berdoa, kita bisa tetap tenang karena percaya bahwa Tuhan memelihara kita dalam segala keadaan. Amin.

Related Articles:

-