Devotionals
Bagaimana Cara Mengajarkan Kasih kepada Anak?
Apa yang muncul dalam benak Anda ketika diminta menjelaskan kasih kepada anak? Mungkin Anda membayangkan kasih sebagai perasaan suka, sayang, dan cinta. Atau, Anda akan mendeskripsikan apa yang ditulis dalam 1 Korintus 13:4-7.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Pada praktiknya, mengajarkan kasih kepada orang lain, terutama anak, tidaklah sesimpel menjabarkannya. Bagaimana cara memperkenalkan dan membangun hidup yang berlandaskan kasih kepada mereka?
Ajar Anak tentang Kasih Sejak Dini
Sebagai umat Tuhan, kita harus mengasihi Allah dan sesama, karena Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8). Ini berarti kasih adalah karakter yang harus ditumbuhkan sejak dini. Orang tua perlu mengajarkannya kepada anak dan memulainya dari lingkungan keluarga atau rumah.
Ajarkan Berulang-ulang
Tak hanya mengawali pelajaran kasih sedini mungkin kepada anak, kita juga harus mengajarkannya secara berulang-ulang. Mulailah dari titik awal yang Tuhan katakan kepada Musa dalam Ulangan 6:7:
“… haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”
Saya suka ayat ini karena mengingatkan dan memberi semangat kepada saya selaku orang tua. Firman Tuhan menegur saya karena belum menjadi orang tua yang baik bagi kedua anak kami. Ayat di atas juga mendorong saya untuk belajar dari kesalahan, memperbaikinya, memperlengkapi diri, terus bertumbuh sesuai kehendak Tuhan.
Ajarkan kasih kepada anak dalam keseharian kita, misalnya lewat diskusi, baik secara visual maupun verbal. Ia akan belajar dengan mendengar dan melihat pernyataan kasih yang kita tunjukkan kepada mereka dalam kehidupan sehari-hari.
3 Cara Tumbuhkan Kasih dalam Diri Anak
1. Family Devotion
parent and children praying on the bed, family pray together
Sekolah Minggu berperan besar dalam meningkatkan pemahaman rohani kedua anak kami akan firman Tuhan, tetapi itu belum cukup. Kami mengadakan devosi keluarga setiap hari Minggu. Setiap anggota keluarga dilibatkan dalam family devotion ini. Ada yang menyiapkan pujian, kesaksian, juga ayat-ayat firman Tuhan.
Kami melihat sendiri buah-buah kegiatan ini, yaitu anak yang bertumbuh dalam karakter ilahi. Mereka mudah patuh, bisa bekerja sama, memiliki hubungan dekat dengan keluarga, dan jelas, lebih mengasihi orang tua dan saudara.
Jika anak Anda masih terlalu kecil dan belum fasih membaca, Anda bisa menjelaskan firman Tuhan melalui kisah yang sederhana dan menarik. Ada banyak cerita tentang kasih, seperti Yesus dan Lewi, Yesus dan Zakheus, orang Samaria yang baik hati, dan lain-lain.
2. Set An Example
Anak paling cepat belajar dengan cara meniru. Untuk mengajari mereka tentang kasih, kita sendiri perlu mempraktikkan kasih di depan mereka, yaitu dengan:
- Tidak Membandingkan
Jangan bandingkan anak dengan saudaranya (apalagi anak lain). Kalau Anda punya dua anak atau lebih, kasihilah mereka dengan porsi yang sama. Kasih itu tidak cemburu. Jadi, jangan bangkitkan kecemburuan mereka. Mereka perlu merasa dicintai dan mendapat perlakuan kasih yang sama dari orang tua mereka supaya dapat mengekspresikan kasih secara sehat dan wajar kepada orang lain.
- Tidak Lekas Marah
Jika kita memperlakukan orang lain dengan baik, anak akan mengikuti teladan kita. Begitu pula dengan perilaku negatif. Memaki pengendara atau pengguna jalan umum, atau bahkan sampai berkelahi adalah contoh perilaku negatif. Kasih itu sabar, maka ajarkanlah kesabaran itu kepada mereka agar mereka paham pentingnya batasan dan toleransi kepada orang lain.
Tunjukkan tutur kata yang baik kepada anak, pasangan, orang tua, tetangga, dan teman-teman kita. Cara kita memperlakukan sesama akan dilihat dan ditiru oleh anak. Ini bukan lantas berarti jika mereka berbuat buruk, sudah pasti karena meniru Anda. Namun, Anda perlu ingat pentingnya teladan orang tua dalam mengajarkan karakter ilahi kepada putra dan putri mereka.
3. Bonding Time
Koneksi antarmanusia berperan penting untuk memupuk kasih dalam diri anak. Sering melakukan kegiatan bersama keluarga akan membantu mereka mempererat ikatan kasih dengan sesama, antara lain dengan:
- Bermain Bersama
Dengan bermain bersama, anak dapat belajar mengasihi saudara atau temannya. Misalnya dengan permainan yang membutuhkan kerja sama, seperti menyusun puzzle, membuat rumah-rumahan, bermain peran sebagai penjual dan pembeli di pasar, dan lain-lain.
Tentu, akan ada potensi berselisih pendapat atau ribut kecil antaranak. Saat ini terjadi, Anda dapat menengahi dan memberikan penjelasan agar mereka dapat belajar arti kebersamaan.
- Berbagi Bersama
Saat bermain bersama, ajarkan anak untuk berbagi, misalnya berbagi mainan. Namun, kalau mereka tidak mau, jangan paksa mereka melakukannya karena kita juga perlu menghargai hak milik mereka. Tumbuhkan keinginan untuk berbagi bukan dengan paksaan, tetapi karena keyakinan mereka sendiri.
Dengan kesadaran penuh bahwa kita bukanlah orang tua yang sempurna, marilah kita berusaha menjadi orang tua yang cukup baik. Ajarkan kasih kepada anak melalui ibadah keluarga yang rutin, teladan yang baik, serta dengan memberi mereka kesempatan membangun ikatan dengan saudara dan teman sebaya. Semoga mereka dapat terus bertumbuh di dalam kasih karunia Tuhan. Amin!
-
Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official
Artikel terkait:
Metode Bijak Mengajar Anak Remaja agar Takut akan Tuhan
Disiplin Sejak Dini, Masa Depan Cemerlang untuk Anak
Video inspirasi:
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya