Kembali ke Blog

Devotionals

Ingin Menjadi Wanita yang Menarik? Miliki 3 Hal ini!

Oleh ayu single · 18 Mei 2022 · 4 menit baca
Ingin Menjadi Wanita yang Menarik? Miliki 3 Hal ini!

Sebagai wanita, tentu kita ingin dipandang sebagai wanita yang menarik. Untuk itu banyak hal yang bisa kita lakukan seperti mengikuti tren kecantikan atau mode terkini. Ini tentu hal yang baik untuk dilakukan sebagai wanita. Kita melakukannya karena kita mau menghargai diri kita dan juga orang lain melalui penampilan luar kita.

Namun apakah menjadi wanita yang menarik hanya bergantung dari penampilannya saja?

Wanita yang Menarik Tidak Berdasarkan Penampilan Luar

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji.” Amsal 31:30

Untuk menjadi wanita yang menarik, menjaga penampilan dan sikap memang tidak salah. Akan tetapi, ada satu hal lagi yang sama pentingnya akan dua hal tersebut. Apa itu? Pengaruhnya. Teladan apa yang ia berikan, dan bagaimana kehidupannya memberi contoh baik untuk orang lain.

Di dalam Alkitab terdapat banyak sekali tokoh-tokoh wanita yang hidupnya memengaruhi banyak orang. Mereka memberi pengaruh melalui cara pikir, sikap, kebaikan hati, serta iman mereka kepada Tuhan. Juga, hati mereka yang mau dipakai Tuhan untuk membantu orang lain, membuat mereka  lebih menarik dibandingkan dengan kecantikan atau penampilan luar yang mereka miliki.

Hal-hal apa saja yang bisa membantu kita bertumbuh menjadi wanita yang menarik? Mari kita belajar 3 hal dari salah satu tokoh wanita di dalam Alkitab. Ia adalah Abigail, salah satu istri Daud.

1. Tidak Mudah Dipengaruhi oleh Keadaan

Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb” 1 Samuel 25:3.

Lingkungan terdekat bisa mempengaruhi seseorang. Abigail bisa saja menjadi jahat dan kasar seperti Nabal, suaminya. Akan tetapi, yang menarik adalah Abigail tidak menjadi seperti Nabal; ia memilih untuk hidup dengan bijak. Dia memiliki integritas dengan tidak membiarkan lingkungan yang buruk menjadikan dirinya buruk juga.

Menjalani hidup dengan meyakini firman Tuhan, di tengah-tengah dunia ini, jelas tidak mudah. Kita bisa dipandang aneh oleh lingkungan atau orang-orang terdekat kita, jika nilai mereka berbeda. Adakalanya kita juga tergoda ingin menyerah karena merasa berbeda dari orang lain. Akan tetapi, jangan menyerah. Buah dari keyakinan untuk terus mengikuti firman Tuhan kelak akan kita rasakan.

Mari bertumbuh menjadi wanita yang tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan.

2. Mau Mendengar dan Menerima Nasihat

“... Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kau perbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia." 1 Samuel 25:14-17

Kisah di atas bercerita saat hamba Abigail memberitahukan apa yang akan Daud lakukan akibat dari sikap Nabal. Kita bisa melihat sikap Abigail yang mau mendengarkan apa yang pegawainya sampaikan. Apa jadinya jika saat itu Abigail bersikap acuh dan tidak mendengarkan apa kata pegawainya? Mungkin dia dan seisi rumahnya akan binasa.

Mendengarkan dan menerima nasihat merupakan sikap yang perlu terus kita latih. Saya pribadi kadang merasa merasa sulit untuk menerima nasihat atau masukan tentang apa yang perlu saya lakukan. Mungkin karena nasihatnya tidak sesuai dengan yang saya mau, atau mungkin juga dari siapa nasihat itu berasal. Kesombongan saya membuat saya tidak bisa menangkap maksud dari nasihat yang diberikan.

Memang betul, siapa yang memberi nasihat dan cara menyampaikan nasihat itu penting, tapi yang lebih penting adalah keinginan kita mendengarkan dan menerima nasihat itu.

Abigail mengajarkan kita untuk memiliki hati yang mau menerima nasihat dari siapapun, bahkan mungkin dari orang yang statusnya di bawah dia. Kerendahan hati Abigail untuk mendengarkan orang lain membuatnya mampu mengambil keputusan yang bijak dan baik untuk dia dan orang lain.

Maukah kita belajar menjadi wanita yang rendah hati dalam mendengar dan menerima setiap nasihat yang didapat?

3. Wanita Menarik: Tidak Menunda

“Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai,” 1 Samuel 25 : 18

Abigail tahu apa yang baik yang perlu dilakukan, dan dia segera melakukannya. Mengambil sebuah keputusan adalah hal yang baik, tetapi keputusan yang tidak dilakukan tidak akan berpengaruh dan mengubah hidup kita. Sikap Abigail yang tidak menunda berdampak besar untuk kehidupan dia dan orang-orang disekitarnya.

Apakah Anda baru-baru ini mengambil keputusan? Mungkin itu adalah tentang pertobatan pribadi Anda, atau tentang mengubah pola hidup yang lebih sehat? Apakah Anda sudah mulai melakukan perubahan dengan melakukan hal-hal sederhana? Jika belum, mari berhenti untuk menunda!

Wanita yang menarik tidak hanya berdasarkan dari penampilan, tetapi dari hidupnya yang dapat memberi pengaruh untuk orang lain. Dimulai dari menjadi wanita yang tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan, mau mendengar dan menerima nasihat serta tidak menunda melakukan apa yang benar. Semoga kita terus bertumbuh. Semangat! Related Articles:

-