Kembali ke Blog

Devotionals

Wanita yang Cantik di Mata Tuhan

Oleh novia collis · 15 Juli 2019 · 4 menit baca
Wanita yang Cantik di Mata Tuhan

Wanita sering diidentikkan dengan kecantikan. Hal ini membuat kaum hawa sering berusaha menonjolkan kecantikan melalui pulasan kosmetik, balutan pakaian, serta perhiasan gemerlap. Kemolekan pun menjadi salah satu lahan komersial. Perhatikan betapa gencarnya promosi produk kecantikan, olah tubuh, suplemen pengurang berat badan, hingga perawatan dan prosedur medis yang menjanjikan standar kecantikan populer.

Namun, benarkah kecantikan seorang wanita semata-mata diukur dari tata rias, busana indah, tubuh langsing, serta kulit berwarna tertentu? Apakah hanya itu cara wanita menyatakan diri dan mengukuhkan keberadaannya dalam kehidupan sosial? Bagaimana pandangan Alkitab mengenai kecantikan seorang wanita?

 

Kecantikan Sejati Seorang Wanita

Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. – Amsal 31:30

Raja Salomo memiliki kurang lebih seribu istri (1 Raja-Raja 11:3) dengan berbagai tipe dan rupa kecantikan. Tujuh ratus di antaranya berasal dari kaum bangsawan—wanita-wanita berkelas yang tahu tata krama, dan hampir bisa dipastikan, cantik.

Seiring waktu, Salomo menyaksikan para istrinya menua, berkeriput, berambut putih, serta tak lagi tegap dan gemulai seperti dahulu. Di usia senjanya, istri-istrinya yang elok itu tidak membawa Salomo lebih dekat ke surga, tetapi malah menyimpang jauh dari Allah.

Perkataan Lemuel berdasarkan didikan ibunya dalam ayat di atas mengingatkan kita bahwa kecantikan sejati tak hanya yang terlihat dari luar: postur tubuh, tinggi dan berat badan, warna kulit, jenis rambut, dan wajah. Kecantikan sejati terpancar dari dalam, tidak lekang oleh waktu dan pertambahan usia. Dan, keelokan yang sempurna ini tercapai ketika wanita memiliki rasa takut akan Tuhan.

Jangan minder ketika Anda tidak dikaruniai paras rupawan, bentuk tubuh ideal, atau pakaian bermerk mahal. Tak perlu kehilangan rasa percaya diri, merasa kurang menarik, atau tidak berharga hanya karena hal-hal itu. Ketika Anda takut akan Tuhan, mencintai Tuhan dan firman-Nya, Anda sudah memiliki kecantikan yang sesungguhnya!

Jadi, marilah kita berfokus menyenangkan hati Tuhan ketimbang pada penampilan kita.

Cara Tuhan Memandang Wanita

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. – 1 Samuel 16:7

Saya punya kenangan pahit tentang bagaimana kecantikan sering dijadikan indikator nilai seorang perempuan.

Dulu saya bersekolah di salah satu SMP favorit di kota kami. Kebanyakan siswanya berasal dari kalangan berada. Penampilan mereka sungguh berlawanan dengan saya, yang berwajah kusam dan penuh jerawat akibat hormon prapubertas. Dan, berhubung keadaan ekonomi keluarga saya saat itu pas-pasan, perawatan wajah dan pakaian bagus bukanlah prioritas utama saya.

Suatu kali, dalam pelajaran olahraga, saya dan teman-teman melakukan pemanasan secara berkelompok. Ketika hendak menggabungkan diri dengan yang lain, seorang siswa pria mendorong saya keras-keras agar saya tidak masuk ke kelompoknya. Dia menilai saya “kurang cantik dan berkelas” untuk bisa bergaul dengan mereka.

Kejadian itu begitu membekas dalam hati. Saya merasa ditolak dan tidak berharga. Sejak saat itu, saya menganggap bahwa paras dan keelokan sangatlah penting. Mereka menentukan bagaimana cara orang lain memperlakukan saya. Saya pun lebih memperhatikan penampilan karena ingin diterima dan dihargai.

Akan tetapi, Tuhan sungguh berbeda! Dia tidak peduli bagaimana rupa dan bentuk tubuh kita. Dia juga tidak tertarik dengan kekayaan, status sosial, pendidikan, dan pekerjaan kita. Tuhan hanya peduli dan tertarik dengan hati Anda! . Jadi, kecantikan tidak melulu tentang penampilan fisik dan hal-hal lahiriah. Kecantikan juga bisa berasal dari dalam (inner beauty), yaitu hati Anda. Bahkan, ada ungkapan mengatakan, “Ketidaksempurnaan adalah kecantikan.” Meskipun tubuh Anda jauh dari sempurna, Anda tetap bisa cantik!

“… tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. – 1 Petrus 3:4

Jangan mengkhawatirkan bagaimana Anda terlihat dari luar. Setiap orang akan menua, dan kematian itu tak terhindarkan. Namun, roh yang lemah lembut dan tenteram, yaitu rasa percaya diri di dalam Tuhan, tidak akan binasa.

Anda Adalah Ciptaan Istimewa

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. – Kejadian 1:31a

Ketika Tuhan menciptakan Anda, Dia memandang bahwa semuanya itu amat baik. Tuhan mencintai apa yang Dia ciptakan dalam diri Anda: Anda cantik di mata-Nya dan istimewa bagi-Nya. Bayangkan, dari tujuh milyar lebih manusia, tak satu pun memiliki DNA dan sidik jari yang persis sama! Tuhan tidak mungkin membuat kesalahan ketika menciptakan Anda.

Percayalah, Tuhan punya tujuan untuk hidup Anda, termasuk mengapa rupa Anda terlihat seperti saat ini. Tuhan juga sudah menciptakan seseorang yang akan mencintai segala hal tentang diri Anda dan apa adanya Anda.

Ini bukan berarti Anda boleh mengabaikan kesehatan atau kebersihan jasmaniah dengan menjadikan ayat di atas sebagai dalih kelalaian. Misalnya, Anda tahu harus mencuci muka secara rutin agar kotoran tidak tertimbun di kulit, tetapi tidak melakukannya dengan alasan, “Toh, saya akan diterima apa adanya.” Hormatilah diri Anda dengan menjaga keapikan tubuh sebaik-baiknya, dan tentunya, dalam batas kewajaran.

Ingatlah bahwa Anda diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27). Itulah bagian terbaik dari diri Anda, yaitu dirancang sesuai citra diri-Nya! Tidak ada yang perlu diubah dari rupa Anda. Jadilah diri sendiri, karena Tuhan mengasihi Anda seutuhnya. Tinggallah di dalam-Nya, ikuti firman-Nya, dan lihat bagaimana indahnya hidup Anda bersama-Nya! - Related Articles:

-