Devotionals
3 Alasan Mengapa Kita Perlu Terus Belajar
Ada ungkapan yang mengatakan, belajar itu tidak memandang usia. Dari usia sekolah hingga menjadi lansia, masih ada hal yang perlu terus dipelajari. Hal-hal baru datang silih berganti, seperti teknologi, nilai-nilai, dan cara berhubungan dengan orang.
Akan tetapi, mungkin Anda berpikir: saya sudah tua, saya sudah terlambat untuk belajar, saya tidak merasa bisa berkembang lagi. Tahukah Anda, usia maupun tahapan hidup tidaklah menjadi hambatan untuk belajar?
Terus Belajar Hingga Lanjut Usia
Berbicara tentang hati yang tak henti belajar, ada seorang wanita yang bermimpi meraih gelar sarjananya di usia senjanya. Beliau adalah Hazel Soares. Seperti ditulis oleh dunia.tempo.co, dia berhasil meraih gelar sarjananya pada usia 94 tahun. Perempuan San Laendro ini berhasil lulus dari Mills College, perguruan tinggi seni khusus perempuan di Oakland. Statusnya sebagai nenek dari 6 orang anak dan 40 cucu, tak menghalangi impiannya meraih gelar sarjana. Dengan penuh perjuangan, dia berhasil meraihnya.
Cerita di atas sungguh menginspirasi saya. Ternyata, belajar itu tidak ada habisnya. Usia berapa pun, bukanlah halangan untuk melakukannya. Semuanya tergantung kemauan dan kesadaran diri kita.
Mengapa Sikap Mau Belajar itu Baik?
Seperti kisah di atas, seorang yang sudah lansia pun dapat terus belajar. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kita, sehingga kita terus bertumbuh dan berkembang.Berawal dari mana? Berawal dari sikap hati yang tak henti mau belajar. Berikut alasan-alasan mengapa kita perlu terus belajar dalam hidup ini.
1. Tidak Ada yang Pasti di Dunia
Pernahkah kita menduga akan datangnya pandemi Covid-19 atau perang Rusia-Ukraina? Rasanya tidak. Namun apa daya, segala sesuatu dapat terjadi di luar kendali manusia.
Jika saat ini kita mapan, belum tentu akan begitu di masa mendatang. Tidak ada yang tahu apa yang berikutnya akan terjadi. Oleh karena itu, kita perlu siap menyesuaikan diri dengan perubahan dunia.
Kita dapat mempelajari keahlian-keahlian baru, yang akan menambah jumlah pemasukan keluarga. Kita juga dapat menganalisis pola keuangan, seperti cara dan besarnya pengeluaran. Selain itu, kita bisa belajar dari kesalahan dalam menggunakan uang. Mempelajari hal baru akan mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Yakobus 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Tak ada yang pasti di dunia ini. Tidak ada jaminan bahwa keadaan akan selalu baik-baik saja. Jika hidup itu seperti uap, kita tahu bahwa kita perlu terus bersiap.
2. Manusia dan Keadaan Dapat Berubah
Selain karena ketidakpastian, alasan kita perlu hati yang belajar adalah karena manusia dan keadaan senantiasa berubah.
Waktu luang seseorang juga kadang tak sama dari waktu ke waktu. Ada yang berganti pekerjaan, berganti posisi dan tanggung jawab dalam pekerjaannya. Ada juga yang beban tanggung jawabnya makin bertambah. Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Pula, mempelajari cara yang tepat untuk berhubungan dengan mereka.
1 Korintus 9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
Seperti Paulus yang berusaha menyesuaikan dengan orang lain, kita dapat melakukan hal yang sama. Karena keadaan manusia yang tidak selalu sama, kira perlu mempelajari cara-cara yang tepat untuk menyesuaikan diri dan tepat sasaran.
Situasi ekonomi yang penuh tanda tanya. Kehidupan pernikahan yang harus saling menyesuaikan diri. Perkembangan anak yang kadang di luar dugaan, apalagi teknologi yang semakin bebas. Bagaimana beradaptasi dengan semua keadaan itu, jika kita tak memiliki hati yang belajar?
3. Mau Belajar adalah Sikap Pengikut Kristus
Mazmur 119:73 Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.
Tuhan telah mengatur dan menempatkan setiap kehidupan manusia. Kadang ada tantangan yang terasa berat untuk dilewati. Kadang, kita tak mengerti maksud Tuhan di balik semuanya.
Sebagai orang percaya, sikap mau belajar adalah kehendak-Nya. Kita perlu mempelajari Firman dan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita akan diperlengkapi untuk menjalani hidup ini. Percayalah, Tuhan akan menuntun kita menjalani hidup di dunia ini!
_____
Belajar itu tak ada kata selesai. Selama masih bernafas dan sehat untuk beraktivitas, kita perlu untuk terus melakukannya
Tuhan akan tersenyum dan bersukacita melihat kita, anak-anak-Nya. Syaratnya, kita terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kemampuan diri dalam menjalani kehidupan ini.
Mari kita memiliki hati yang tak henti belajar! Suatu hari Anda akan menikmati hasilnya.
Selamat belajar teman-teman!
Related Articles:
- Belajar 2 Hal Penting tentang Kuasa Tuhan dari Rambut Kita
- Rendah Hati, Bukan cuma Tidak Sombong - Gereja GKDI
- Hati-Hati dengan Hati Kita. Yuk Belajar dari Salomo!
- Mengapa Menjaga Hati Itu Perlu? Belajar Dari Daud
- Belajar Tiga Cara Berharap dari Nabi Habakuk
-
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya