Devotionals
Menjadi Pahlawan Masa Kini, Bagaimana Caranya?
Setiap tanggal 10 November, kita memperingati Hari Pahlawan. Kesempatan ini diharapkan menjadi momentum pengingat agar generasi muda menghargai jasa para pahlawan, sekaligus memacu semangat mereka untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
Pahlawan bukan hanya mereka yang gugur di medan perang untuk membela tanah airnya. Mereka yang hidup di masa damai dan berjuang untuk kebaikan juga layak disebut pahlawan. Misalnya, pahlawan bagi lingkungan hidup, bagi organisasi, atau bagi keluarga.
Sesungguhnya, dengan kemauan untuk melakukan kebaikan, semua orang bisa menjadi pahlawan. Sebagai orang percaya, hidup kita harus memberikan dampak positif bagi orang lain. Keberadaan kita menyinarkan cahaya di tengah gelapnya dunia. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan hal ini?
Meneladani Yesus, Sang Pahlawan Sejati
Alkitab banyak menceritakan kisah-kisah peperangan yang menghadirkan sejumlah sosok pahlawan. Rata-rata berpostur tinggi-besar, mengenakan perlengkapan perang yang lengkap, serta memiliki kemampuan berperang atau strategi militer yang mumpuni. Dengan gagah perkasa, orang-orang ini berperang merebut kota, memperluas wilayah kekuasaan, dan menambah kekayaan dengan harta rampasan. Intinya, mereka berperang untuk kepentingan mereka sendiri.
Menurut KBBI, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Tidak salah lagi, definisi ini tercermin dalam diri Tuhan Yesus. Alkitab menggambarkan Dia sebagai sosok yang sederhana, anak tukang kayu, yang jauh dari kesan gagah perkasa. Namun, Alkitab juga menceritakan betapa beraninya Yesus menyuarakan kebenaran, mengkritik kebobrokan para pemuka agama yang dipandang tinggi pada masa itu.
Yesus adalah pahlawan sejati. Dia tidak datang ke dunia untuk merebut sesuatu demi kepentingan-Nya sendiri, tetapi untuk merebut kita dari tangan iblis. Untuk menyelamatkan kita dari maut dan memberikan kita hidup yang kekal. Puncak karya-Nya adalah pengorbanan-Nya di kayu salib, agar Dia dapat memberikan karunia keselamatan kepada orang percaya. Dan, Yesus melakukannya dengan penuh kasih, tanpa meminta imbalan apa-apa dari kita.
“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” – Yohanes 10:10b
Hidup dan ajaran Yesus adalah tentang memberi. Itulah syarat utama menjadi pahlawan. Para pahlawan nasional kita telah memberikan bukan saja waktu dan tenaga, melainkan juga jiwa dan raga mereka. Tanpa kemauan memberi, seseorang tidak pantas disebut pahlawan.
Berikut tiga sikap yang dapat kita lakukan untuk menjadi pahlawan bagi orang lain:
1. Berjuang untuk Sesama dan Lingkungan
Bukan hanya dalam hal iman, Yesus juga memberi teladan kemanusiaan melalui aktivitas sosialnya yang tinggi, yang Dia lakukan atas dasar firman Tuhan. Yesus menyembuhkan orang sakit, memberi makan banyak orang, menjadi teman bagi orang-orang yang terasing, menghibur mereka yang sedih, dan masih banyak lagi.
Di tengah lesunya perekonomian akibat pandemi COVID-19, Anda dan teman-teman bisa saling berbagi info terkait lapangan kerja, peluang bisnis, atau seminar yang meningkatkan keahlian / pengetahuan. Anda juga bisa menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan oleh teman, serta ikut mempromosikannya. Saat berbelanja di pasar tradisional, belilah barang kebutuhan pokok dari para pedagang tanpa menawar secara berlebihan.
Berapa pun besaran bantuan Anda akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Ada begitu banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita saat ini. Anda dapat menyumbangkan dana atau barang yang sekiranya bisa meringankan penderitaan atau beban mereka.
Bagi Anda pecinta satwa bisa mendukung kebun-kebun binatang. Semenjak pandemi, pemasukan mereka banyak berkurang. Padahal, hewan-hewan di sana tetap harus dipelihara dengan layak. Anda juga bisa mengurangi penggunaan sampah plastik dengan membawa kantung belanja sendiri, memisahkan sampah kertas / plastik untuk disumbangkan ke badan daur ulang, dan lain-lain.
Kesempatan untuk berbuat baik, kepada sesama maupun lingkungan hidup, takkan pernah habis selama kita hidup di dunia. Dengan berbagi kebaikan, kita dapat menjadi pahlawan dan malaikat yang tak bersayap bagi orang lain.
2. Mengasihi dengan Tulus
Dengan memberikan waktu, tenaga, dan kasih, seseorang dapat menjadi pahlawan bagi orang lain. Jika hari ini Anda dalam keadaan yang baik dan sehat, mungkin itu jawaban Tuhan atas doa orang lain yang terus mendoakan Anda. Jika Anda hari ini kuat secara rohani dan bersemangat, cobalah renungkan: hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitar Anda.
Tuhan telah menempatkan orang-orang baik sebagai pahlawan dalam hidup Anda. Sekarang, giliran Anda untuk menjadi pahlawan dengan cara meneruskan kasih yang Anda terima kepada orang lain. Misalnya, dengan mendengarkan curhat teman atau orang tua Anda, mengirimkan kado kepada teman yang berulang tahun, dan lain-lain. Dengan melakukan hal-hal ini, tanpa Anda dan mereka sadari, Anda telah menjadi pahlawan untuk sesama.
3. Sabar, Kualitas yang Melebihi Kepahlawanan
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. – Amsal 16:32
Mungkin kita mengira sabar adalah sikap berdiam diri, sampai suatu masa berlalu. Namun, itu bukanlah definisi yang tepat. Sabar adalah tetap melakukan hal-hal yang baik, bahkan di masa sulit sekalipun, hingga pada akhirnya kita akan menuai kebaikan, karena kita tidak menyerah.
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. – Galatia 6:9
Mari bertanya pada diri sendiri, “Seberapa sabarkah saya?” Apakah kita gampang marah ketika ada orang yang memancing emosi kita? Apakah kita mudah mengeluh, kecewa, atau kesal ketika mengalami atau mendapatkan sesuatu yang tak sesuai dengan keinginan kita?
Tak dapat dipungkiri, masa pandemi menuntut kita untuk lebih sabar dalam banyak hal. Sabar mendampingi anak belajar secara daring. Sabar menahan diri untuk tidak berkumpul dengan banyak orang. Sabar terhadap anggota keluarga di rumah, karena WFH (work from home) membuat kita lebih sering berinteraksi satu sama lain, sehingga memicu banyak konflik.
Meskipun saat ini keadaan Anda tidak ideal, tetaplah lakukan hal-hal yang baik dan jaga agar sikap Anda tetap baik. Dengan demikian, Anda menjadi pahlawan dan saluran berkat bagi orang lain. Joyce Meyer mengatakan, “Kesabaran bukanlah kemampuan untuk menunggu, melainkan kemampuan untuk mempertahankan sikap yang baik saat menunggu.”
Jika dulu para pahlawan nasional berani mati demi merebut kemerdekaan, kita di masa sekarang harus berani hidup untuk mengisi kemerdekaan. Artinya, kita tidak hanya sekadar hidup, tetapi memastikan hidup kita memberi dampak bagi dunia, yaitu dengan berjuang untuk sesama dan lingkungan, mengasihi dengan tulus, dan bersabar.
Selamat Hari Pahlawan!
-
Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia. Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), Diskusi Alkitab, membutuhkan bantuan konseling, ingin mengikuti ibadah minggu atau kegiatan gereja lainnya, silahkan mengisi form di bawah ini.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lainnya, silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp 0821 2285 8686 berikut.
Nikmati playlist lagu rohani kami di link berikut: http://bit.ly/gkdi-music
Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://gkdi.org
Facebook: https://www.facebook.com/GKDIOfficial/
Instagram: https://www.instagram.com/gkdiofficial/
Blog: https://gkdi.org/blog/
Youtube: https://bit.ly/yt-gkdi
Whatsapp: https://bit.ly/gkdi-wa
Video Musik:
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya