Devotionals
Sulit Dapat Kepercayaan di Dunia Kerja? Lakukan Dua Hal Ini
Kepercayaan adalah fondasi dalam semua hubungan. Tanpa adanya kepercayaan, sebuah hubungan akan goyah, bahkan gagal. Dan, ini juga berlaku dalam hubungan di dunia kerja.
Sebagai pemilik sebuah usaha kecil, saya belajar bahwa mendapatkan kepercayaan adalah sebuah privilese (hak istimewa). Tidak sembarang orang bisa menerimanya begitu saja.
Karenanya, menjaga kepercayaan adalah hal yang harus Anda perjuangkan dan pertahankan. Sekali saja Anda tidak dapat dipercaya, orang biasanya langsung mencap bahwa Anda selamanya tidak dapat dipercaya. Dan, untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari orang yang telah Anda kecewakan tentunya bukan hal mudah, bahkan hampir mustahil.
Nah, bagaimana caranya mendapat kepercayaan dalam dunia kerja menurut firman Tuhan?
Setia dalam Perkara Kecil
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. – Matius 25:23
Waktu saya masih bekerja di perusahaan lain, saya belum memiliki kendaraan pribadi. Sehari-harinya saya naik kendaraan umum. Untuk itu, saya menghitung lamanya waktu perjalanan, supaya bisa memperkirakan pukul berapa harus berangkat dari rumah menuju tempat kerja. Tujuannya, agar tidak terlambat masuk kantor.
Di sisi lain, banyak rekan kerja saya yang datang selewat jam kantor yang telah ditetapkan. Berhubung atasan kami ada di kota lain dan hanya sebulan sekali melakukan inspeksi, rekan-rekan saya merasa tidak terganggu dengan keterlambatan mereka.
Alkitab mengatakan bahwa setia dalam perkara kecil sama berartinya dengan setia dalam perkara-perkara besar. - Sebagai seorang karyawan, kepercayaan yang diberikan kepada Anda berawal dari hal-hal kecil, antara lain:
- Absensi Apakah Anda sering terlambat datang ke tempat kerja? Berapa kali Anda tidak masuk kerja dalam sebulan, karena tidak mood atau malas?
- Jam Istirahat Ketika pemilik usaha atau atasan tidak berada di tempat, apakah Anda tertib dalam hal waktu istirahat? Ada orang yang merasa tak punya batasan waktu istirahat, karena tidak ada atasan atau pemilik usaha yang mengawasi. Mereka terus asyik bergosip atau menonton film, meskipun sudah waktunya kembali bekerja. Akibatnya, pekerjaan mereka tertunda, tenggatnya mundur, bahkan tidak selesai tepat waktu.
- Jam Kerja Apakah Anda hanya bekerja ketika atasan berada di ruangan atau ketika pemilik usaha datang? Anda menyibukkan diri dengan pekerjaan, tetapi ketika mereka keluar, Anda lantas bersantai, main game, atau mengobrol dengan rekan kerja. Ketika tiba waktunya mengirim laporan, Anda pun panik. Selain banyak tugas yang tidak terselesaikan, Anda juga banyak melakukan kesalahan.
Kepercayaan, Didapat dari Bersikap Benar dalam Hal-Hal Kecil
Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. – Lukas 16:10b
Seberapa jujur Anda di dalam pekerjaan?
Apakah Anda:
- tidak masuk kerja karena malas atau capek, tetapi bilangnya sakit?
- melakukan kesalahan, tetapi tidak berani berterus-terang, malah menutupi dengan kebohongan demi kebohongan?
- sering membuat bon palsu untuk pengisian bensin, parkir, tambal ban, atau servis kendaraan?
- kerap menggunakan uang perusahaan tanpa sepengetahuan atasan, atau menyalahgunakan pemakaiannya untuk kepentingan pribadi?
- berani mengakui kesalahan kepada atasan? Misalnya, salah mengajukan harga penjualan produk tertentu, terlambat atau lupa mengirim pesanan yang urgen.
Jika anak Anda sering berbohong, atau diberi jam malam tetapi pulang lebih larut, tentu Anda sulit memberikan kepercayaan lebih kepadanya. Ketika pacar Anda tidak jujur atau sering menutupi banyak hal dari Anda, tentu Anda jadi waswas. Anda mudah curiga bahwa Anda dikhianati atau dibohongi olehnya. - Nah, demikian pula dalam hal pekerjaan. Setialah melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil. Benarlah dalam hal-hal sepele. Dengan sendirinya, Anda akan dipercaya.
Namun, bagaimana jika Anda telah setia dan benar dalam hal-hal kecil, tetapi tetap tidak juga mendapat kepercayaan?
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. – Matius 5:15
Ibarat pelita, meskipun Anda ditutupi atau disembunyikan rapat-rapat, orang lain tetap dapat melihat cahaya yang Anda pancarkan!
Kalaupun Anda tak pernah diberi kepercayaan oleh atasan, entah karena Anda dianggap tidak atau kurang kompeten, jangan kecil hati! Tetaplah lakukan pekerjaan Anda dengan segenap hati.
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. – Kolose 3:23
Sebagai orang percaya, Anda harus tetap menjadi contoh. Bekerjalah sebaik-baiknya, bukan semata-mata agar Anda diberi kepercayaan atau cepat naik jabatan, tetapi untuk Tuhan. Itulah yang Tuhan kehendaki dari kita!
Jika pemilik usaha atau atasan Anda tidak menghargai apa yang sudah Anda berikan, jangan lekas-lekas tersinggung, sakit hati, atau kecewa. Tetap berikan yang terbaik dalam pekerjaan Anda, dan biarkan Tuhan yang memberikan upahnya.
Semangat, Anda pasti bisa! - Related Articles:
- Pelajaran Rohani Sepanjang Masa dari Kisah Tembok Yerikho
- Jangan Pernah Berhenti Berdoa
- Depresi: Kenali Bahaya dan Cara Mengatasinya
- Tidak Mood Bekerja? Ini Solusinya
- Sukses Memimpin dengan 5 Pelajaran Berharga dari Yosua
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya