Kembali ke Blog

Devotionals

Hari ke-2: 31 Hari Dalam Doa

Oleh suwandi setiawan · 30 Juni 2018 · 2 menit baca
Hari ke-2: 31 Hari Dalam Doa

Hari ke-2: 31 Hari Dalam Doa

Ayat:

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. (Mat 14:23 - TB)

Renungan:

Ada sebuah buku yang berjudul “Terlalu Sibuk untuk Tidak Berdoa” oleh Bill Hybels. Sudahkah kamu membacanya? Ini adalah buku sederhana, namun membahas pemikiran tentang kehidupan kita, dan alasan yang kita buat karena hari-hari sibuk kita. Dalam hidup saya sendiri, doa adalah hal pertama yang harus saya lakukan sebelum melakukan pekerjaan-pekerjaan saya. Saya mulai lebih mengandalkan kuasa dan kekuatan yang diperoleh melalui Roh Allah dalam diri saya  daripada pengalaman saya sendiri. Coba pikirkan tentang waktu tersibuk dalam hidup Anda. Pertimbangkan jumlah waktu yang Anda miliki setiap hari. Mungkin itu hanya waktu yang sedikit. Mungkin jadwal dan prioritas Anda begitu padat sehingga Anda mulai berpikir berdoa setiap hari hanya bagian dari rutinitas. Sekarang pikirkan Yesus, orang yang paling sibuk yang pernah ada di bumi. Bukankah Dia sibuk? Jawaban saya didasarkan pada fakta bahwa Dia mengetahui setiap dosa dari setiap manusia di dunia, baik di masa lalu ataupun di masa depan. Itu semua berada dalam pikiranNya, namun hatiNya secara konstan dapat menjaga keseimbangan karakteristik ilahiNya. Terlebih lagi, Ia mempertahankan penguasaan diri untuk memerangi setiap godaan dosa dalam seluruh hidupNya. Dia tidak pernah gagal sekali pun dalam tujuanNya untuk menjadi benar. Di luar itu, Dia tahu dari awal waktu bahwa Dia akan menanggung rasa malu yang memalukan dari salib bagi orang-orang berdosa yang Dia ciptakan. Selain itu, jumlah kasih intensional yang Dia miliki untuk orang-orang, kemungkinan akan membuatNya menjadi orang yang lebih sibuk daripada semua orang yang pernah ada. Tetapi di atas itu, Dia berdoa tanpa henti dan dengan segenap hati. Dia menjadikan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas di atas segalanya.

Tantangan:

Hari ini, pergilah ke suatu tempat sendiri untuk berdoa. Saya ingin sangat menekankan kata "sendiri." Saat ini, kita dapat meyakinkan diri sendiri bahwa kita lebih sibuk dan kurang punya kesempatan dari sebelumnya, hanya karena handphone di dalam kantong kita terus berdering, berdengung, berkedip, dan memberi tahu kita tentang seseorang, di suatu tempat, dengan sesuatu dalam masyarakat yang kita hidupi sekarang ini, dan yang harus diperhatikan dan ditanggapi dengan segera. Jika Anda tidak seperti ini, Anda adalah salah satu  orang yang beruntung (atau Anda memang sengaja tinggal jauh dari siapa saja). Bagi saya, untuk pergi berdoa sendiri, berarti Anda meninggalkan telepon Anda, Anda meninggalkan Apple Watch, Anda mengambil Alkitab Anda dan Anda pergi ke suatu tempat tanpa orang, untuk terhubung dengan Tuhan. Jika Yesus, Allah dalam daging, membutuhkan waktu sendirian untuk berdoa, lalu bagaimana dengan kita?

Diterjemahkan dari artikel “31 Days of Prayer: Day 2” oleh Daniel Berk