Kembali ke Blog

Single's Good News & Event

Good News Jemaat Surabaya - Lilik Budiarti

Oleh Steven Ash · 2 Januari 2019 · 2 menit baca
Good News Jemaat Surabaya - Lilik Budiarti

Lilik Budiarti adalah seorang saudari dari Singles Ministry yang dibaptis pada Agustus 2010 lalu. Kakak perempuannya lebih dulu mengenal Tuhan. Lilik, yang kala itu berusia sembilan belas dan baru lulus SMA, mengikuti ajakan kakaknya untuk belajar firman dan dibaptis. Ia berpikir tidak ada alasan untuk menolaknya jika yang diajarkan adalah hal-hal baik.

Seiring waktu, Lilik bekerja sembari kuliah malam. Kesibukan membuat ia hanya sempat bertemu saudara-saudari seimannya seminggu sekali. Interaksinya lebih banyak dilakukan dengan orang-orang di lingkungan kerja dan kampus.

Suatu kali, Lilik berkenalan dengan seorang mahasiswa di kampus. Mereka segera menjadi dekat, dan Lilik terkesan karena pemuda ini membantunya menyelesaikan masalah-masalah di kantor. Namun, hubungan mereka menjauhkan Lilik dari Tuhan. Ia mulai tidak terbuka dengan pembimbing rohaninya. Prioritasnya bergeser, sehingga keluarga pun ia tinggalkan demi hubungan tersebut.

Ketika dinasehati oleh kakak dan saudara-saudarinya, Lilik malah terganggu dan menolak mendengarkan. Ia merasa kebahagiaannya terletak pada pacarnya, bukan pada Tuhan. Ia ingin mengejar impiannya bersama sang pasangan. Di penghujung 2012, Lilik meninggalkan imannya.

Awalnya ia merasa bebas merdeka. Tidak ada lagi yang bisa menegur, mengatur hidupnya, atau menggugat keputusannya. Namun, kehidupan Lilik yang jauh dari Tuhan makin lama makin terpuruk. Kebebasan itu hanya sesaat, karena hidupnya bergelimang dosa. Lilik banyak mengambil keputusan yang fatal. Ia terjerat masalah di tempat kerja, dan untuk menyelesaikannya, ia terpaksa melibatkan pihak keluarga. Karena syok akibat kejadian ini, orang tua Lilik menjadi sakit-sakitan. Pacarnya pun meninggalkannya. Lilik merasa sendirian, apalagi ia tidak punya sahabat.

Sampai di satu titik, Lilik memutuskan untuk memperbaiki hidupnya. Ia membangun kembali hubungannya dengan Tuhan dan kembali kepada keluarganya. Hidupnya membaik, tetapi Lilik tetap merasa ada yang kurang.

Lilik pun mulai berdoa. Dalam doanya ia meminta kepada Tuhan seorang teman dekat yang bisa diajak berbagi. Namun, hati Lilik masih keras karena ia teringat pada sumpahnya ketika meninggalkan saudara-saudari seiman, yaitu ia tidak akan kembali kepada Tuhan.

Akhirnya, setelah gagal mendapatkan teman yang dia inginkan dengan caranya sendiri, Lilik berjanji kepada Tuhan: Jika memang teman yang Tuhan berikan adalah saudara-saudari seimannya, biarlah ia kembali berkumpul bersama mereka.

Dengan membulatkan tekad, menahan rasa malu, dan menyangkal diri, Lilik mengikuti Pertemuan Diskusi Alkitab sebanyak dua kali. Melihat respon saudara-saudari yang menyambutnya dengan hangat, Lilik memberanikan diri minta bantuan untuk di-restore (dipulihkan hubungannya dengan jemaat).

Tanggal 20 November 2018, Lilik kembali ke jemaat dan merasa lahir baru lagi. Ia sangat bersyukur karena Tuhan mau menunggunya kembali, bahkan memberinya kesempatan untuk memperbaiki hidup. Kini Lilik menikmati pertemuan dalam grup kecilnya dan selalu ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan saudara-saudari seiman. Ia belajar bahwa sikap terbuka adalah kunci agar pengikut Kristus tetap setia pada imannya.

Lilik berpesan pada saudara-seimannya agar jangan pernah meninggalkan Tuhan. Di luar sana, ada banyak kesenangan yang bisa dinikmati, tetapi sifatnya hanya sesaat, dan yang tersisa kelak hanyalah penyesalan. Ia mengingatkan, “Selemah apa pun keadaan kita, tetaplah ingat untuk kembali kepada Tuhan!”

Amin.