Kembali ke Blog

Married's Good News & Event

Good News Jemaat Pekanbaru - Nita Siregar

Oleh Steven Ash · 24 Januari 2019 · 2 menit baca
Good News Jemaat Pekanbaru - Nita Siregar

Nita Siregar pernah menjadi murid Yesus pada tahun 2014. Saat itu, ia masih sembilan belas tahun dan baru menginjak kota Pekanbaru. Nita, yang membutuhkan sahabat di tanah perantauan, menemukannya dalam jemaat. Meski punya masa lalu dan pergaulan yang buruk, Nita mendapat kesempatan untuk mengenal Kebenaran.

Setelah menjadi murid Yesus, Nita mengalami pergumulan dalam kemurnian. Saudara-saudari terus berusaha menolongnya, tetapi Nita menghindar. Ternyata, ia diam-diam punya pacar dan hidup dalam kecemaran. Nasehat yang diterimanya tak mampu ia ikuti, dan Nita semakin jauh dari persekutuan. Akhirnya, ia menikah dengan pacarnya dan meninggalkan jemaat.

Ketika Nita melahirkan anak pertamanya, jemaat datang berkunjung untuk mendoakan mereka. Beberapa bulan kemudian, Nita kembali datang beribadah. Ternyata, setelah menikah, Nita terus-menerus dianiaya oleh suaminya. Sejumlah kekerasan ia alami, bahkan ketika hamil dan sesudah melahirkan. Kejadian ini menyadarkan Nita bahwa pasangan hidupnya tidak takut akan TUHAN.

Nita bergumul dengan perasaan tidak berharga akibat masa lalunya yang buruk, yang membuat ia merasa suaminya berhak menganiaya dirinya. Setelah dibimbing, Nita jadi tahu ada dosa-dosanya yang belum dibukakan. Inilah yang menyebabkan dirinya selalu takut tidak diterima, takut akan penolakan.

Setelah belajar membuka diri, Nita menjadi lega. Ia merasa sangat bersalah kepada Tuhan, tetapi kembali dikuatkan oleh firman dan kasih jemaat. Nita berhasil mengampuni dirinya dan orang-orang yang menyakitinya, karena ia sendiri telah diampuni. Keyakinan ini memberinya damai sejahtera dan sukacita, sehingga tidak lagi putus asa menjalani hidup. Bahkan Nita dapat melihat suaminya sebagai pribadi yang perlu dikasihi dan memperoleh pengampunan darinya dan Tuhan.

Pada 25 Desember 2018, Nita direstorasi ke dalam jemaat setelah memberi kesaksian serta penjelasan tentang penyebab dirinya meninggalkan gereja, lalu kembali lagi. Ia melihat bahwa satu-satunya jalan untuknya adalah kembali kepada Tuhan dan jemaat. Semoga Nita terus setia dalam iman dan dipakai oleh Tuhan sebagai murid yang mengenal arti pengampunan dan penerimaan yang sejati. Amin.