Kembali ke Blog

Married's Good News & Event

Good News Dari Surabaya - Ayong

Oleh Steven Ash · 3 Oktober 2018 · 2 menit baca
Good News Dari Surabaya - Ayong

Kisah hidup Ayong, seorang saudari dari ministry Precious Women Surabaya, sungguh menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Ketika dibaptis saat SMA, Ayong menyerahkan masa depannya kepada Tuhan. Dia percaya Tuhan selalu memegang tangannya dan menuntun langkahnya—hingga akhirnya dia menikah dengan seorang saudara, dan dikaruniai dua putra.

Pernikahannya selama empat tahun kandas setelah suaminya meninggalkan Ayong dan kedua anak mereka. Saat itu putra pertama mereka masih berusia tiga tahun, dan yang kedua masih bayi. Tak hanya meninggalkan keluarganya, sang suami juga meninggalkan Tuhan.

Dunia Ayong berbalik total. Baginya, Tuhan bukan hanya tidak adil, melainkan juga meninggalkan dan melupakannya. Ayong ingin berontak, melawan, dan protes kepada Tuhan. Mengapa Dia biarkan hal buruk menimpa dirinya dan anak-anaknya? Setiap hari Ayong meminta agar Tuhan memeriksa ulang buku kehidupannya, karena dia yakin ini adalah sebuah kesalahan. Mustahil hidupnya berubah seburuk ini. Seringkali sebelum tidur, Ayong berharap ini hanya mimpi buruk yang akan berakhir saat dia bangun.

Sedih dan hancur, Ayong bertanya-tanya apakah dia sanggup memelihara dan membesarkan kedua anaknya yang masih balita. Mampukah dia memberikan pendidikan layak bagi mereka? Bagaimana mereka dapat tumbuh tanpa sosok seorang ayah?

Ayong pun menjalani periode sulitnya dengan kekuatan doa. Dia meluangkan waktu bersama anak-anaknya, melakukan divo keluarga, doa bersama, serta mendidik mereka dengan nilai-nilai yang sesuai firman Tuhan. Pada masa-masa ketika kedua putranya berubah pemurung, pendiam, dan rendah diri, Ayong menegaskan bahwa mereka tidak sendirian. Mereka punya Bapa yang setia dan senantiasa menyayangi.

Selain bertekun dalam doa, Ayong juga banyak bertanya dan berbagi dengan para orang tua tunggal lain yang lebih dewasa dan berpengalaman. Dalam upayanya bangkit dari keterpurukan hidup selama empat belas tahun, Ayong terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan. Dia aktif dalam ministry Precious Women, Singles, serta menjadi guru KKK.

Puji Tuhan, putra sulungnya Richard telah dibaptis dua tahun lalu dan kini kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama Surabaya. Richard menjadi murid Yesus yang melayani bagian musik dalam ibadah Youth. Putra keduanya Arthur memasuki jenjang Teens dan sedang belajar Alkitab. Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa di dalam Tuhan.

Melewati semua itu, Ayong berkata, “Tuhan itu setia; Dia memelihara hidup saya dan kedua anak saya. Segala sesuatu indah di dalam waktu-Nya!” Allah membawa dia melewati badai kehidupan menuju padang yang berumput hijau dengan cara-Nya sendiri. Bersama Tuhan, Ayong dapat bangkit, lebih kuat daripada sebelumnya, untuk menjalankan peran sebagai ibu sekaligus ayah bagi kedua anaknya.

Sampai sekarang, dalam 25 tahun perjalanannya sebagai murid Yesus, Ayong tetap semangat melayani di Precious Women dan KKK. Semuanya dia lakukan untuk kemuliaan Tuhan.