Kembali ke Blog

Ministries

Good News Jemaat Jayapura - Mando

Oleh suwandi setiawan · 9 April 2020 · 3 menit baca
Good News Jemaat Jayapura - Mando

Menjadi Terang Kristus dari Pelosok Deiyai

Di mana pun kita berada, selalu ada kesempatan untuk menjadi terang Kristus. Inilah yang dipegang teguh oleh Mando, pria kelahiran Deiyai, Papua. Ia lahir dalam keluarga sederhana, dari orang tua yang berprofesi sebagai petani seperti kebanyakan masyarakat pedalaman Papua. Kakek Mando adalah orang yang pertama kali mengadakan kontak dengan para misionaris yang memberitakan Injil ke suku-suku pedalaman Papua. 

Melihat pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka, orang tua Mando mendorong ia dan keempat adiknya untuk mengenyam pendidikan dengan baik. Mando beruntung bisa melakukannya hingga ke bangku kuliah, bahkan belajar di luar Papua. Setelah lulus dari IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) tahun 2013, Mando bertugas di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta selama setahun. Namun, karena merasa terpanggil untuk membangun tanah kelahirannya, ia kembali ke Deiyai dan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) di sana. 

Dibesarkan dalam keluarga sederhana di daerah pedalaman, Mando tidak sempat mengenal bermacam jenis pergaulan. Namun, selama kuliah dan bertugas di Jakarta, hubungan pertemanan dan lingkungan baru memperkenalkan Mando pada kehidupan malam, serta kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyertai. Saat kembali ke kampung halamannya, semua kebiasaan itu masih melekat dalam dirinya. 

Di titik inilah, Mando merasa butuh bantuan untuk keluar dari kehidupannya yang tidak sesuai kehendak Tuhan. Apalagi, kehidupan kekristenannya selama ini tidak menolongnya untuk lebih dalam mengenal Tuhan.

Awal tahun 2019, Mando berkenalan dengan seorang saudari bernama Maria, yang berasal dari suku dan tempat kelahiran yang sama. Kala itu, Maria tengah bertugas di Polda Metro Jaya sebagai polwan. Maria telah menjadi murid Yesus dan sebelumnya tergabung dengan Singles & Professionals Ministry Jakarta Pusat. 

Keduanya lalu berencana menjalin hubungan yang lebih dekat dan saling berkenalan dengan pihak keluarga. Oleh komunitas, Mando dan Maria menerima sejumlah nasihat dan pandangan. Mando diajak untuk belajar Alkitab supaya dapat memahami pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan dan cara mengenal Tuhan secara dalam. Karena pada dasarnya sudah memiliki kerinduan, Mando pun segera meraih kesempatan tersebut. 

Untuk itu, Mando meminta izin atasannya agar bisa belajar firman Tuhan di Jayapura. Beruntung, karena peran pekerjaannya, ia berkesempatan datang ke ibukota provinsi Jayapura untuk rapat dan tugas dinas sedikitnya dua kali sebulan. 

Tantangan terbesar Mando selama Bible Study adalah jarak. Dari Jayapura, ia harus pulang naik pesawat ke Nabire, dilanjutkan perjalanan darat selama enam jam ke Deiyai. Namun, Mando rela dan berkomitmen menyediakan waktu untuk berkumpul dengan murid-murid Yesus. Ia sadar proses belajarnya tidak hanya bertujuan untuk mempererat hubungannya dengan Maria, tetapi supaya ia mengerti kehendak Tuhan dalam hidupnya. Setelah belajar dua bulan, Mando mengambil keputusan untuk menjadi murid Yesus.

Saat dibaptis, Mando mengungkapkan impiannya agar kelak jemaat dapat menjangkau Nabire sebagai kabupaten induk Deiyai, Dogiyai, dan Paniai. Terlebih, setelah pembangunan Jalan Trans Papua yang melewati ketiga daerah tersebut rampung. Sebagai putra Papua, Mando ingin menjadi terang Kristus di mana pun ia berada, terutama di tengah-tengah kaum keluarganya. To God be the glory!

-

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Obati Rasa Kecewa dengan Cara Benar

Kristen Sejati atau Kristen Ikut-ikutan?

Video inspirasi: