Kembali ke Blog

Devotionals

Lebih Besar dari yang Terbesar

Oleh novia collis · 12 November 2019 · 4 menit baca
Lebih Besar dari yang Terbesar

Pernahkah Anda merasa kecil hati karena tak terhitung sebagai yang besar? Kelihatannya, hidup Anda tidak sebaik atau seberuntung orang-orang lain. Selalu ada yang lebih hebat, selalu ada yang lebih besar.

Demikian terjadi pada Yohanes Pembaptis. Meskipun terkenal sebagai nabi, ia ditangkap dan pengikutnya pun mulai ragu. Ragu akan dirinya, ragu akan pesannya. Ragu akan Mesias.

Mereka datang kepada Yesus, dan ini jawaban yang mereka dapatkan:

Lukas 7:18-35

Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja.

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya." – Lukas 7:24-28

Nabi yang Terbesar

Setelah orang suruhan Yohanes Pembaptis mendapat jawaban Yesus dan pergi, Yesus menjelaskan kepada kerumunan orang banyak bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang yang luar biasa yang mau hidup untuk Tuhan. Dia menggambarkan Yohanes sebagai seorang yang stabil dan tidak mudah terpengaruh meskipun pada kenyataannya Yohanes baru saja meragukan Yesus. Dia tersandung.

Pernah tersandung atau jatuh adalah yang biasa. Yesus mengerti dan Dia tahu bahwa kita semua pernah jatuh. Hal itu tidak menunjukkan bahwa kita lemah atau tidak berguna. Hal itu hanya menunjukkan bahwa kita adalah manusia biasa. Bahkan meskipun kita berjuang untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan, kita bisa sesekali terjatuh dan mengalami masa-masa lemah secara rohani. Tidak perlu putus asa, karena Tuhan melihat dan menghargai setiap usaha kita.

Yesus juga memuji Yohanes yang mengesampingkan kenyamanan materi untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Yohanes juga digambarkan sebagai lebih dari hanya seorang nabi. Yesus mengutip dari Maleakhi 3:1, yang menubuatkan kedatangan Yohanes Pembaptis, ketika tidak ada seorang nabi pun yang dinubuatkan akan datang. Selain itu, nabi lain hanya dapat berkata, “Mesias akan datang.”, tetapi Yohanes dapat berkata, “Mesias ada di sini.”

Kemudian, disebutkanlah pujian diatas segala pujian untuk Yohanes , “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes.” – Lukas 7:28

Siapa yang dilahirkan dari wanita? Setiap orang! Betul bahwa Yohanes Pembaptis lebih besar atau hebat dari Nuh, sang pembangun bahtera, Musa, sang pemberi hukum, Daud sang raja, Elia sang nabi, dan dari semua nabi lainnya. Dan tahukah Anda, apa yang lebih mengagumkan? Apakah Anda tahu siapa yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis?

Siapakah yang Paling Besar?

Orang itu adalah Anda. Kita, murid-murid Yesus, anggota kerajaan Allah. Kita lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Betul, Yesus berkata bahwa, “Namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.” Anda lebih besar dari semua pahlawan di Perjanjian Lama yang Anda sukai dan kagumi.

“Tetapi saya tidak berharga!” Itu benar.

“Dan saya adalah seorang pendosa dan lemah.” Itu juga benar.

Kita tidak pantas untuk dianggap sama. Apalagi disebut lebih dari orang-orang luar biasa yang dipakai Tuhan, yang tertulis di Alkitab. Tetapi Yesus berkata demikian. Dan Ia tidak sedang bercanda ketika ia berkata seperti itu. Ia serius dengan apa yang Ia ucapkan.

Semua pahlawan di perjanjian lama dan Yohanes Pembaptis, hidup dan meninggal sebelum pekerjaan Yesus selesai atau digenapi melalui kematian dan kebangkitannya. Mereka adalah bagian dari perjanjian lama, sedangkan kita adalah bagian dari perjanjian baru. Kita adalah orang-orang dengan hak istimewa yang lahir setelah Yesus menyelesaikan misi penebusannya untuk manusia.

Keselamatan yang kita terima sekarang ibarat seperti menerima sebuah hadiah. Jadi, seharusnya kita tidak lagi menaati Tuhan karena sebuah kewajiban semata, tetapi ketaatan tersebut lahir dari rasa syukur kepada Tuhan. Kita telah mempelajari pengorbanan Yesus di atas kayu salib dan merasakan kasih Tuhan yang berlimpah. Kepahitan dari dosa kita telah dihapuskan dan kita telah merasakan manisnya belas kasihan Tuhan. Kita tidak lagi hidup di dalam ketakutan, tetapi di dalam iman dan kepercayaan diri bahwa kasih Tuhan telah menutupi segala kelemahan kita. Kita berdiri di hadapan Tuhan tanpa cacat dan indah karena Yesus.

Mari kita bersyukur untuk apa yang kita miliki. Kita semua tidak layak mendapatkan hal ini, tetapi kita sudah diberkati dengan kasih yang melebihi pengertian dan cara pikir kita. Kita hanya perlu merespon dengan kerendahan hati dan sukacita, bahwa Yesus memandang kita lebih besar dari yang terbesar.  - Disadur dari "Greater Than The Greatest" pada website www.jesus365.church. -