Kembali ke Blog

Devotionals

Loving the Truth - Apa itu Mencintai dalam Kebenaran?

Oleh admin gkdi · 28 Agustus 2017 · 3 menit baca
Loving the Truth - Apa itu Mencintai dalam Kebenaran?

Mencintai adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita. Mengasihi satu sama lain merupakan perintah yang Yesus berikan kepada murid-murid sebelum meninggalkan mereka selamanya (Yohanes 13:33-35). Yesus mengatakan, melalui mengasihi orang-orang akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Yesus. Kita sering kali mempunyai gambaran tentang kasih yang serba harmonis dan penuh sukacita. Pemikiran ini yang membuat kita mempunyai pandangan bahwa kalau tidak harmonis dan sukacita berarti tidak ada kasih.

Kebenaran dalam kasih

Paulus menuliskan kepada Jemaat di Efesus untuk teguh berpegang kepada kebenaran dalam kasih sehingga kita bisa bertumbuh dalam Dia (Efesus 4:15). Paulus mengajarkan Jemaat dalam memelihara kesatuan, mereka perlu bertumbuh dalam berbicara kebenaran dalam kasih kepada satu sama lain. Pengerti berbicara kebenaran dalam kasih adalah berani mengatakan kebenaran kepada satu sama lain, inilah bentuk kita mengasihi! Ini bukan berarti kita menghakimi satu sama lain tetapi kita mengasihi dan berani mengatakan yang benar sesuai dengan firman.

Salah satu contohan dalam hal mengatakan kebenaran dalam kasih adalah ketika Yesus bertemu seorang pemimpin muda yang mengejar Dia untuk menanyakan tentang kehidupan yang kekal (Markus 10:17-22). Dalam pembicaraan itu Yesus melihat orang muda itu dan menaruh kasih lalu berbicara kebenaran agar orang muda itu menjual seluruh hartanya lalu mengikut Yesus. Yang mengejutkan adalah reaksi orang muda itu yang pergi meninggalkan Yesus karena hartanya. Yesus tidak segan untuk bicara yang benar dandalam kasih ketika memang itu diperlukan.

Keadaan di mana kita akan sulit mengasihi

Ada masa-masa dalam hubungan kita kepada satu sama lain kita perlu bicara kebenaran lebih daripada apapun juga. Namun kenyataan tidak semudah apa yang kita pikirkan. Di dalam buku Radical Love yang ditulis oleh Randy McKean, dikatakan ada 3 keadaan di mana kita akan sulit mengasihi:
  1. Berhadapan dengan orang yang mempunyai hubungan tidak baik dengan kita.
  2. Membantu mendisiplinkan orang yang tidak mau bertobat.
  3. Menghadapi pemecah belah dan yang percaya kepada ajaran yang tidak sehat.
Hal-hal tersebut diatas sering kita hadapi ketika kita hidup berjemaat satu dengan yang lain. Kita sering menanggapi keadaan di atas dengan marah/kasar, menghakimi, sentimental, atau malah menghindar.

Tanggapan seperti ini yang membuat kita tidak bisa lagi berbuat kasih dan berbicara kebenaran dalam kasih. Bagaimana kita bisa tetap mengasihi ketika terjadi hal-hal yang sulit seperti di atas? Jawabannya adalah dengan mencintai kebenaran lebih daripada apapun. Kita perlu belajar mengasihi kebenaran lebih daripada apapun juga untuk menghadapi masa-masa seperti ini! Hal ini berarti kita harus senantiasa mengikuti cara firman dalam menghadapi tantangan. Kita harus memilih jalan yang Tuhan sudah tuliskan di firman lebih dari pada apapun juga. Ini adalah hal yang tidak mudah tetapi melalui hal ini Tuhan mau mengajarkan kepada kita semua untuk mencintai kebenaran.

Kita perlu belajar mengasihi kebenaran lebih daripada apapun juga untuk menghadapi masa-masa seperti ini.
Apa reaksi yang harus kita miliki ketika kita dihadapkan dengan keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan atau tidak kondusif? Renungkanlah 4 hal ini:
  • Tenangkan diri kita terlebih dahulu dengan berdoa
  • Berpikir untuk Melihat duduk perkaranya terlebih dahulu
  • Mempelajari Firman untuk menghadapi cara keadaan tersebut
  • Hadapi dengan cara Tuhan sesuai dengan firman
Dengan mempraktekan hal tersebut kita akan belajar untuk mengerti cara Tuhan mengajar seperti yang dituliskan di firman.

Ini adalah bagian pertama dari seri pelajaran yang bisa membantu kita untuk belajar akan cara Tuhan dalam menghadapi tantangan di atas dengan kasih.