Ministries
[Lead Like Jesus] Singles Leaders Retreat 2017 PART 1
Pada tanggal 29 April - 1 Mei lalu para pemimpin singles se-Jabotabekdung (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung) menghadiri acara retreat. Acara ini bertempat di Green Forest Hotel Bogor dan mengambil tema Lead Like Jesus. Saya diajak untuk menjadi salah satu peserta dan juga mengemban tugas sebagai tim musik dan PIC acara Appreciation Dinner.
Sabtu 29 April
Saya berangkat ke Bogor bersama pasangan TJ - Sonia serta Elise. Kami berangkat pada jam 9 pagi mengunakan mobil Jip tua kepunyaan TJ. Perjalanan ke tempat tujuan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Bagi yang pernah naik mobil Jip dan duduk di kursi belakang kalian tahu bahwa perjalanan 3 jam itu terasa lebih lama dari seharusnya. Cuaca yang cerah dan musik membuat perjalanan kami lebih menyenangkan. Kurang lebih jam 12 kami tiba di Green Forest Hotel, tempat Retreat kami yang terletak tidak jauh dari pusat kota Bogor.Saya duduk di kursi belakang mobil jip TJ selama perjalanan ke Bogor
Setibanya di tempat kami langsung naik ke lantai 15 tempat registrasi. Kami tiba bertepatan dengan waktu jam makan siang. Setelah makan saya menemui brother Yance dan mendapat briefing singkat tentang acara Appreciation Dinner yang akan dilakukan malam nanti. Setelah makan siang acara retreat resmi dibuka. Brother Vincent dan Andre selaku ketua panitia menyambut sekitar 300 leaders yang hadir di acara ini. Sebelum pelajaran pertama kami diminta untuk membuka buku acara dan mengisi 5 slot spend time yang terdapat di sepanjang waktu retreat. Kami juga diminta untuk bertemu dengan grup retreat kami. Saya masuk grup Tomas yang dipimpin oleh pasangan Niko dan Feli dari single Utara.
Suasana aula sesaat sebelum opening
Pelajaran pertama di retreat Lead Like Jesus ini dibawakan oleh Pendeta Budi Hartono. Tema pelajaran ini adalah "I Am The Bread Of Life". Seperti judul, kami membahas buku Yohanes 6 tentang Yesus memberi makan banyak orang dan fokus kepada kata-kata Yesus "Akulah roti hidup". Pendeta Budi membagi pelajaran menjadi 3 poin. Poin pertama "Yesus Memenuhi" mengajarkan tentang sebagai seorang pemimpin kita harus membawa orang lain kepada kepuasaan Kristus dan bagaimana seharusnya kita memberi dari kepenuhan serta sukacita yang kita dapatkan dari hubungan bersama Tuhan. Poin kedua "Yesus menguatkan" mengajarkan bahwa sebagai seorang pemimpin kita harus menguatkan anak bimbingan kita dengan terlebih dahulu membangun hubungan yang konsisten. Poin terakhir, "Yesus Menguduskan" mengajarkan tentang pengorbananNya di Kayu Salib yang berarti kita sebagai pemimpin juga harus berkorban untuk pertumbuhan grup.
Pelajaran pertama oleh Pendeta Budi Hartono
Setelah pelajaran pertama selesai saya menemui Pendeta Budi dan berterima kasih atas pelajaran yang diberikan. Waktu menunjukan pukul 14:30. Panitia memberitahukan bahwa kami memiliki 1 setengah jam waktu bebas dan 1 jam waktu untuk spendtime. Setelah itu akan dilakukan womans class yang berarti para brothers memiliki tambahan waktu bebas selama 1 jam. Saya berhitung dan menyadari bahwa saya memiliki 3 setengah jam waktu bebas dan spendtime! Apa yang akan saya lakukan dengan waktu sebanyak ini?
Saya memutuskan untuk menemani Andrea (anak Pendeta Budi) dan Henry serta anaknya ke Mini Zoo. Kami melihat binatang-binatang seperti rusa tutul, kelinci, kerbau albino dan landak. Setelah sekitar 30 menit mengelilingi Mini Zoo saya berjalan balik ke lobby untuk spendtime dengan brother Filbert dari single Utara. Saya mengenal Filbert dari saya masih di ministri Teens. Kami saling berbagi tentang bagaimana caranya agar kami memiliki hubungan yang konsisten dengan pembimbing dan anak bimbingan. Setelah spendtime saya dipanggil Brother Yance untuk meeting acara appreciation Dinner. Saya menjelaskan konsep acara yang akan dibuat serta persiapan dan partisipasi yang dibutuhkan.
Seusai meeting saya memutuskan untuk mandi. Waktu menunjukan pukul 17:45 saya berjalan menuju lantai 15. Kamar saya berada di lantai 11 maka secara naluri saya harus naik tangga sebanyak 4 lantai. Namun saya tidak tahu bahwa hotel tidak memiliki lantai 13 dan 14. Akibatnya saya tidak tiba di lantai 15 melainkan di rooftop hotel. Sudah terlanjur diatas, saya tertarik untuk melihat pemandangan yang dapat terlihat dari rooftop tersebut. Rupanya pemandangan dari rooftop sangat indah! Green Forest Hotel adalah satu-satunya bangunan bertingkat di daerah tersebut, hal itu membuat saya dapat melihat pemandangan 360 derajat tanpa halangan. Gunung Salak terlihat jelas di Barat, kota Bogor di Utara, dan gunung Pangrango di sebelah Timur. Semua terbentang di bawah biru-jingga langit senja. Saya memutuskan tempat rooftop inilah yang akan menjadi tempat saya melakukan saat teduh besok.
Pemandangan dari rooftop. Pukul 17:45
Saya turun ke lantai 15 dan mendapati bahwa womans class sudah selesai dan para brothers sudah memadati ruangan aula. Pelajaran mens class Lead Like Jesus sudah akan dimulai. Mens class dibawakan oleh Pendeta John, pemimpin jemaat Depok. Tema kelas ini adalah "I Am The Light Of The World" dan membahas buku Yohanes 8:12 dimana Yesus berkata Dia adalah terang dunia. Dalam Matius 5:14 Yesus berkata kita adalah terang dunia. Pendeta John mengingatkan bahwa karena kita sudah menjadi terang, kita harus berlaku seperti terang itu. Seperti pelajaran Pendeta Budi, pelajaran ini juga terbagi dalam 3 bagian. Poin pertama "Pandangan yang jernih akan kuasa" mengajarkan tentang bagaimana akan bisa berubah bila kita secara jelas dapat melihat kuasa Allah. Poin kedua "Pandangan yang jernih akan kekudusan" adalah poin yang sangat menyentuh saya pribadi. Pendeta John menantang para saudara dengan kata-kata ini "Apakah kita merasa aman dengan grup kita? apakah kita terbuka 100% dengan pembimbing kita? Apakah kita menerangi setiap dosa yang ada dalam diri kita?". Poin ketiga "Pandangan yang jernih akan pengaruh" menutup pelajaran dengan memberikan saya keyakinan bahwa seorang pemimpin yang benar pasti akan memberikan pengaruh.
"Apakah kita merasa aman dengan grup kita? apakah kita terbuka 100% dengan pembimbing kita? Apakah kita menerangi setiap dosa yang ada dalam diri kita?"Mens class oleh Pendeta John Sinaga
Setelah selesai pelajaran saatnya untuk mengumumkan rencana Appreciation Dinner kepada para brothers. Appreciation Dinner adalah acara surprise dimana brothers akan melayani sisters pada saat perjamuan malam. Tujuan dari acara ini adalah agar sisters merasa aman dan nyaman dengan kasih para brothers yang akhirnya akan membantu mereka menjaga kemurnian. Sebagai pribadi yang memiliki bahasa kasih acts of service saya sangat suka "merancang" acara seperti ini. Saya sudah melakukannya di grup saya dan pada acara retreat kampus. Saya menceritakan tentang ini kepada Yance dan seminggu sebelum acara ia meminta saya untuk melakukannya juga para retreat ini. Walaupun sangat mendadak saya tahu bahwa acara ini akan sangat berkesan untuk para brothers dan terlebih lagi kepada sisters.
Sama seperti yang saya lakukan di retreat kampus, konsep acara Appreciation Dinner ini adalah fine dining experience. kami akan menyulap aula menjadi tempat makan mewah lengkap dengan meja bundar, peralatan makan yang tersusun, lilin dan live music. Para brothers akan berperan seperti pelayan restoran atau butler. Kami akan berdiri di setiap meja, mengantarkan makanan langsung ke tempat duduk sisters dan melayani mereka secara penuh. Semuanya tentunya dilakukan dengan senyum yang tulus.
Saya dibantu oleh Pendeta Budi mengarahkan para brothers yang berjumlah kurang lebih 100 orang untuk melakukan persiapan mulai dari set up meja, menyiapkan alat makan, hingga menyalakan lilin. Para brothers sangat semangat, semua dapat kami lakukan dalam 20 menit. Satu hal yang menarik adalah, Pendeta Budi mengenyam pendidikan di bidang perhotelan bahkan sempat kuliah di Swiss. Pada saat persiapan acara inilah saya untuk pertama kalinya melihat dia mempraktekan keahliannya dalam mengatur acara perjamuan makan. Dia memberi contohan bagaimana mengatur kursi, bagaimana memposisikan alat makan (garpu di kiri, sendok di kanan, sendok sup di atas) , dan sewaktu membawa piring makan dengan santainya ia membawa 4 piring sekaligus! Kira-kira jam 19:30 para saudara berbaris di depan lift bersiap menyambut saudari yang tidak tahu apa-apa tentang acara ini.
Brother Harry sedang membantu menyalakan lilin untuk appreciation dinner
Para sisters yang keluar dari lift terlihat sangat terkejut melihat kami yang berbaris menyambut mereka. Kami kemudian mengantar mereka menduduki meja-meja di aula remang yang diterangi lilin-lilin. Tim musik yang memainkan lagu-lagu Jazz membuat mereka semakin takjub. Setelah sebagian besar sisters sudah menempati kursi, bro Mumu dan Michael membuka acara dengan menjelaskan tujuan dari acara. Kedua MC menekankan bahwa brothers akan siap untuk melayani apapun permintaannya. Makanan diantarkan brothers dengan membawanya langsung ke meja, demikian juga dengan minum. Saya sangat semangat melihat para brothers yang benar-benar melayani dengan penuh semangat.
Para sisters sedang menanti makanan yang akan diantarkan brothers mereka.
Setelah kurang lebih 1 jam, brothers kembali mengangkat piring kotor dan beberapa naik ke panggung untuk memberikan performance yaitu bernyanyi. Kami juga membagikan coklat kepada setiap sister sembari menyemangati mereka. Di penghujung acara beberapa sister share tentang apa yang mereka rasakan. Saya terharu mendengan share mereka yang kebanyakan mengatakan bahwa mereka belum pernah dilayani seperti ini sebelumnya dan ini membuat mereka semakin bangga kepada brothers. Setelah acara selesai mereka diantar keluar ruangan dengan tepuk tangan dari para brothers. Acara berjalan dengan sangat baik, suatu malam yang sangat indah!
Bro Julio memimpin doa, sementara yang lain membawakan sup ke meja saudari
Setelah Apperciation Night Retreat Lead Like Jesus para pemimpin yang juga melayani di song ministry berkumpul untuk mendengarkan sharing dari sister Regina dan Nowela. Mereka adalah penyanyi profesional yang memenangi kontes Indonesian Idol pada tahun 2012 (Regina) dan 2015 (Nowela). Mereka sharing tentang bagaimana melayani Tuhan dalam bidang musik. Saya belajar bahwa hati dan persiapan saya sangat penting ketika saya akan bernyanyi atau memimpin pujian.
Setelah Sharing tersebut saya bergeras turun ke lobby untuk bertemu dengan grup saya dan melatih yel-yel kami. Ada sekitar 18 orang dalam grup, yang berasal dalam ministri yang berbeda-beda. Saya hanya kenal dengan kurang lebih setengah anggota grup. Setelah berkenalan dan latihan saya menuju kamar untuk tidur.
ARTIKEL TERKAIT
Good News Jemaat Jayapura - Steven
Siapa sangka, kepindahannya ke Jayapura membuat Steven mengenal komunitas murid Yesus. Siapa sangka, kepindahannya ke Jayapura membuat Steven mengenal komunitas murid Yesus.
Baca selengkapnyaGood News Jemaat Jayapura – Suwanti
THE POWER OF SOCIAL MEDIA Lahir di Samarinda pada 28 Februari 1995, Suwanti Bassrain, atau lebih akrab disapa Wanti, adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Di masa kecilnya, cukup…
Baca selengkapnyaKabar Baik Jemaat Nias - Safar
Tanggapi Jawaban Doa dengan Kerendahan Hati Tuhan memanggil kita untuk mengenal-Nya lebih dalam lagi dengan berbagai cara yang terkadang tak bisa kita tebak. Demikian pengalaman…
Baca selengkapnya