Kembali ke Blog

Campus' Good News & Event

Good News Jemaat Malang - Eva

Oleh helen · 1 Mei 2019 · 2 menit baca
Good News Jemaat Malang - Eva

Kesederhanaan yang Menyelamatkan

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” – Matius 5:3

Lahir dalam keluarga dengan orang tua yang sibuk bekerja membuat Eva sudah mengemban tanggung jawab merawat adik-adiknya sejak dini. Kelembutan hati Eva, didukung keberanian untuk memastikan bahwa kedua adiknya aman dan tertib, membuat ia tumbuh menjadi anak yang siap melayani.

Di sisi lain, relasi di luar hubungan keluarga tidak pernah menjadi prioritas Eva, karena ia merasa lingkungan di luar sana sangat menakutkan. Pandangan ini, ditambah hidupnya yang belum mengenal Tuhan, membuat Eva sulit memercayai orang lain.

Lulus SMA, Eva melanjutkan studinya di salah satu universitas negeri Malang. Pengalaman merantau mendorong Eva untuk memutuskan bahwa ia harus berubah, lebih mandiri dan terbuka. Ia ingin punya banyak teman. Namun, Eva sering terbentur masalah dan tersiksa karena ia kesulitan menjadi dirinya sendiri dalam pergaulan.

Suatu kali, seorang sister mengajak Eva datang ke acara IMPACT ZEAL Malang. Di sana, meskipun sebenarnya ia tertarik bertemu secara pribadi dengan anggota-anggotanya, sikap tertutup Eva malah memunculkan penolakan dari dalam dirinya sendiri.

Seiring waktu, pendekatan dan persahabatan dalam IMPACT membawa Eva kepada pengenalan lebih dalam akan Tuhan. Kesederhanaan hatinya menjadikan Eva pribadi yang mudah dibentuk dalam Bible Study. Ia berjuang agar bisa menyampaikan kata-kata yang membesarkan hati (encouraging) karena selama ini terbiasa dengan kata-kata kasar atau kotor.

Meski awalnya kesulitan memahami firman, Eva selalu terbuka dalam menerima pelajaran dan ekspektasi. Tantangan demi tantangan mampu dilalui Eva karena ia melihat Tuhan sebagai pedoman yang menuntunnya ke dalam hidup benar. Ia bersyukur atas pengorbanan Yesus di kayu salib, dan sadar bahwa di dalam Tuhan dirinya tidak perlu mengkhawatirkan segala hal.

Kini Eva adalah pribadi yang ceria, terbuka dan berani menyatakan perasaan, mampu menerima keadaan, serta selalu haus akan pengajaran tentang Tuhan. Akhirnya ia mengalami persahabatan yang diharapkannya. Eva sadar bahwa setiap individu dalam jemaat akan membantunya bertumbuh sehingga ia selalu rindu mengikuti persekutuan. Rasa syukur Eva akan keselamatan yang diperolehnya memberinya semangat untuk memperkenalkan Tuhan kepada teman kuliah yang pernah bermasalah dan berbeda pendapat dengannya. Ia percaya Tuhan dapat mengubah semua orang.

Rasa syukurnya akan pengenalan akan Tuhan membuat dia bersemangat mengenalkan teman kuliah yang pernah bermasalahan dan berbeda pendapat dengannya. Dia percaya bahwa Tuhan dapa mengubahkan semua orang.