Ministries
[Go Deeper] Bandung Single Ministry Retreat 2017
Pada tanggal 8-9 Juli kemarin, Single Ministry Bandung mengadakan retreat dengan tema Go Deeper. Retreat adalah salah satu hal yang sangat saya tunggu-tunggu. Kenapa? karena bukan hanya fun tapi banyak hal yang dapat saya pelajari ketika saya mengikuti sebuah retreat. Seperti biasa, saya sangat semangat dalam menyambut acara ini. Sukacita saya bertambah ketika saya diminta untuk menjadi salah satu panitia.
Go Deeper - Bandung Single Ministry Retreat 2017
Natural hill lembang adalah tempat yang dipilih untuk acara retreat single kali ini. Karena saya masuk dalam kepanitian saya merasa beruntung bisa datang lebih awal di lokasi retreat dan membantu persiapan sambil menunggu brother dan sister yang menuju ke lokasi. Tempat yang nyaman serta suasana yang asri dan sejuk ini saya yakini akan membuat acara retreat ini semakin menarik.
Tepat pukul 16.00 acara dibuka dengan Doa. Kemudian kami dibagi ke dalam 4 kelompok untuk sesi game. Permainan pertama yang kami mainkan adalah merangkai kata seputar Alkitab dan permainan missing link. Dari permainan-permainan ini saya ditantang dalam pemahaman saya akan Alkitab dan juga disadarkan akan siapa diri saya ketika dihadapkan pada kondisi ingin menang.
Sesi games di retreat
Selesai game kami istirahat dan kemudian mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran. Pelajaran dimulai pada pukul 17.30, brothers dan sisters dipisah ke 2 kelas yang berbeda. Brother Andre membagikan pelajaran untuk para brothers sementara Sister Icha memerikan pelajaran untuk para sisters. Pada sesi ini baik brothers dan sisters mendapat pelajaran yang berjudul Go Deeper atau Bertumbuh Lebih Dalam.
Pelajaran ini mengajarkan saya tentang hubungan yang dalam dengan brother atau sister, serta apa yang ingin kita capai dari hubungan itu, apakah hubungan ini membangun atau meruntuhkan.
Saya disadarkan bahwa keegoisan, tidak peduli, dan kurangnya belas kasihan akan merusak hubungan. Untuk itu kita harus merasa aman dalam hubungan kita seperti yang dikatakan oleh 1 Yohanes 4:18
“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna dalam kasih.”Dalam pelajaran ini saya juga makin disadarkan bahwa dalam suatu hubungan saya harus memiliki inisiatif dalam mengasihi tidak menunggu. Saya tidak boleh berkata “jika kamu mengasihi saya akan mengasihi kamu”.
Saya belajar bahwa kasih itu bukan seberapa banyak saya diberi tapi bagaimana saya memberi, serta tidak fokus kepada mereka yang saya suka saja. Dalam pelajaran ini juga saya belajar bagaimana menjadikan diri saya layak untuk dikasihi seperti batu permata yang layak untuk dijaga dan dihargai. Sebaliknya, jika saya melihat kekurangan dari brother atau sister, saya tidak bisa menutup mata dan malas untuk mengasihi mereka melainkan memberitahukan serta membantu mereka dengan kasih, karena mereka juga merupakan batu permata yang wajib kita jaga dan hargai.
Sesi Pelajaran
Dalam pelajaran ini dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan dua pertanyaan:
- Apa yang menjadi ketakutan kita ketika membangun hubungan dengan orang?
- Apa akibatnya ketika kita membohongi diri sendiri dan orang lain?
Setelah pelajaran para brothers sudah menyiapkan BBQ untuk makan malam. Saya menyempatkan diri untuk spendtime dengan orang-orang yang belum pernah saya ajak untuk spendtime. Rupanya banyak juga orang-orang yang belum pernah saya ajak untuk spendtime dam bicara secara dalam. Saya bersyukur karena pelajaran yang diberikan langsung dipraktekan. Setelah makan malam dan spendtime kami langsung kembali ke kamar dan saya memakai waktu itu untuk bercerita dan sharing kepada sisters yang berada satu kamar dengan saya.
Keesokan harinya saya cukup mengantuk karena kurang tidur. Namun hal itu tidak mengurangi sukacita saya karena kita mempunyai waktu H2O special quite time dengan para brothers, berbeda dengan H2O yang biasa kita lakukan di kafe atau restoran. Bukan makanan, namun Firman Tuhan lah yang ada di depan kita. Saya dan pasangan saya saat teduh dari Roma 12:1. Dari saat teduh ini saya diingatkan lagi tentang saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat. Selain dari ayat ini saya juga belajar tentang kelemahan pasangan saya dan apa yang ingin mereka tumbuhkan. Hal ini semakin menambahkan semangat saya untuk belajar semakin dalam.
Setelah saat teduh kami melakukan senam bersama, untuk menyehatkan tubuh jasmani kami. Setelah itu kami sarapan dan bersiap untuk ibadah pada jam 08.30. Musik yang sederhana tidak mengurangi semangat kami dalam memuji Tuhan. Pelajaran kali ini disampaikan oleh brother Andre dengan tema Berakar Dalam Kristus. Kolose 2:6-8 mengajarkan bagaimana kita harus hidup, berakar, dan dibangun dalam Kristus.
Song ministry retreat
Selain mengenal sesama, ada hal lebih penting yang harus kita pelajari yaitu,
- Seberapa dalam saya mengenal Tuhan
- Seberapa banyak saya mengerti ajaran Tuhan
- Seberapa jauh iman saya bertumbuh
Permainan outdoor
Retreat ini telah mengajarkan saya untuk Go Deeper:
- Deeper Truth
- Deeper Love
- Deeper Faith
- Deeper joy
Saya sangat bersyukur dapat mengikuti retreat Go Deeper ini, saya juga akan memaksimalkan kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya untuk mengasihi brothers sisters dan orang-orang yang kita temui lebih dalam. Ini bukan lagi tentang apa yang saya dapat tetapi siapa yang ingin saya bangun.
Artikel terkait: Singles Leaders Retreat 2017 PART 1
ARTIKEL TERKAIT
Good News Jemaat Jayapura - Steven
Siapa sangka, kepindahannya ke Jayapura membuat Steven mengenal komunitas murid Yesus. Siapa sangka, kepindahannya ke Jayapura membuat Steven mengenal komunitas murid Yesus.
Baca selengkapnyaGood News Jemaat Jayapura – Suwanti
THE POWER OF SOCIAL MEDIA Lahir di Samarinda pada 28 Februari 1995, Suwanti Bassrain, atau lebih akrab disapa Wanti, adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Di masa kecilnya, cukup…
Baca selengkapnyaKabar Baik Jemaat Nias - Safar
Tanggapi Jawaban Doa dengan Kerendahan Hati Tuhan memanggil kita untuk mengenal-Nya lebih dalam lagi dengan berbagai cara yang terkadang tak bisa kita tebak. Demikian pengalaman…
Baca selengkapnya