Orang Tua Vs. Zombies: 26 Pertanyaan Yang Setiap Orang Tua Perlu Tanyakan Tentang Teknologi

Posted in GKDI HotNews, Kabar Baik Internasional

orangtua-vs-zombie-gkdi

Setiap hari, anak-anak saya datang ke rumah dari sekolah menceritakan tentang hal yang baru dengan teknologi:

“Ayahnya punya sebuah ponsel pintar dan ada aplikasi keren ini di dalamnya!”

“Ibunya punya tablet dan ia membiarkan mereka bermain dengan website keren ini!”

“Video game ini melakukan ini, video game ini melakukan itu!”

Kecanggihan teknologi yang terus berganti adalah salah satu dari tantangan yang orang tua jaman sekarang hadapi. Jumlah keputusan yang harus kita buat untuk akses anak-anak kita ke alat-alat elektronik dan social media sangat mencengangkan, dan itu berganti sangat cepat sehingga membuat kepala kita pusing. Saat kita berpikir kita telah berhasil mengendalikan hubungan anak-anak kita dengan teknologi, alat-alat baru datang lagi. Setiap ada sesuatu yang baru, kita perlu mengevaluasi apa yang bekerja dan tidak bekerja untuk keluarga kita, dan untuk setiap anak kita sebagai individu

Ketika anak laki-laki kami terobsesi bermain iPad tahun lalu, kami belajar hal yang keras tentang pentingnya proaktif dan punya strategi tentang alat elektronik dan teknologi. Dan kenyataannya, hal itu terjadi begitu saja, benar-benar sebuah ketidaksengajaan. Kami tidak memberikan anak kami tablet untuk dirinya sendiri, kami tidak mencoba memperkenalkan sesuatu yang baru – hanya terjadi begitu saja. Suami saya mendapat iPad untuk hadiah ulang tahunnya, dan suatu hari ia bermain game Plants Vs. Zombies dengan anak kami. Dan sebelum kami dapat berkata, “Zombienya memakan otakmu!”, kami mendapat masalah: dalam beberapa minggu, anak kami telah menjadi zombie! 26 pertanyaan ini lahir dari perjalanan keluarga kami untuk membawa anak kami keluar dari tanah Walking Dead (sebuah serial TV tentang zombie), mengambil kendali atas teknologi di dalam keluarga kami (bukan sebaliknya!), dan membangun atmosfir keluarga yang kami ingin punyai.

Ini adalah 26 pertanyaan yang setiap orang tua harus ingat tentang teknologi yang digunakan dalam keluarga, termasuk handphone, mp3 player, game handheld, konsol video game, tablet, laptop, atau komputer. (Jika kamu telah menikah, kamu perlu mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan ini kepada pasangan kamu untuk memastikan kedua pasangan memiliki cara pandang yang sama). 13 pertanyaan pertama adalah tentang alat elektronik yang keluargamu telah gunakan. 13 pertanyaan kedua adalah pertanyaan sebelum kamu memperkenalkan alat elektronik baru ke keluargamu.

13 pertanyaan untuk ditanyakan tentang alat elektronik dan teknologi yang telah kamu kenalkan/gunakan:

  1. Apakah teknologi telah membawa keluarga kami lebih dekat satu sama lain, atau membuat kami semakin menjauh?
  2. Apakah kami memiliki garis batas yang jelas?
  3. Bagaimana game/hp/komputer/tablet ini dapat berguna untuk keluarga kami?
  4. Apakah cara kami menggunakan alat ini mengubah atau menghancurkan keluarga kami dengan cara tertentu?
  5. Dapatkah anak kami dengan mudah terlepas dari penggunaan alat ini?
  6. Apakah alat ini mengubah sikap, kepribadian atau mood anak kami dengan cara tertentu?
  7. Apakah anak kami kehilangan minat di aktivitas atau hubungan yang lain setelah kami memperkenalkannya?
  8. Dapatkah anak kami mendapat kesenangan dengan sendirinya tanpa teknologi ini? Di waktu luang mereka? Di restoran? Di ruang tunggu? Waktu mengendarai mobil?
  9. Apakah kami telah mengatur kontrol orang tua atas batas usia dan batasan-batasan di alat ini?
  10. Apakah anak kami mengerti dan menghormati kewajiban orang tua dalam memonitor alat tersebut, dan menghargai hak kami untuk mengambilnya jika diperlukan?
  11. Apakah anak kami melihat penggunaan alat ini sebagai privilege, atau hak?
  12. Bagaimana anak kami merespon ketika kami memberitahu mereka meninggalkan alat tersebut, atau membatasi waktu mereka dengan itu?
  13. Bagaimana keluarga kami dapat berubah jika kami menghilangkan sama sekali alat tersebut?

13 pertanyaan yang kamu harus tanyakan pada dirimu sendiri sebelum kamu memperkenalkan alat baru:

Sebelum kamu memperkenalkan alat elektronik baru ke keluargamu, atau – ini yang kita sering lupa pikirkan – Sebelum kamu membeli alat baru untukmu sendiri dimana anakmu akan punya akses reguler ke sana, tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada dirimu sendiri:

  1. Mengapa kami memperkenalkan alat ini? Apa tujuannya?
  2. Apakah ini cocok secara usia untuk anak kami? Jika ya terhadap sebagian anak, mengapa tidak untuk yang lainnya? Bagaimana kami dapat mengendalikan perbedaan tersebut?
  3. Dapatkah anak kami mengendalikan alat/game ini secara mental dan emosional?
  4. Apakah kami memiliki anak yang cenderung obsesif terhadap games? Jika ya, apakah kami siap memonitor sikap dan mood dan waktu penggunaan mereka hingga ke batas yang mereka butuhkan? Apakah kami relah melakukan ini untuk jangka waktu yang lama? Apakah kami rela mengevaluasi bagaimana anak kami mengendalikan game/alat/teknologi ini untuk poin-poin berbeda, dan menyesuaikan parameter dan garis batas yang dibutuhkan?
  5. Garis panduan apa yang kami perlu taruh sebelum kami memperkenalkan teknologi ini?
  6. Percakapan apa yang keluarga kami perlu punyai sebelum kami memperkenalkan teknologi ini? Apa yang anak kami perlu mengerti tentang dirinya sebelum kami memberikan alat ini di tangan mereka? Apa yang mereka perlu setujui sebelum kami memberikan alat ini ke tangan mereka?
  7. Bagaimana kami dapat mengetahui jika sesuatu tidak berjalan dengan baik? Apa yang kami akan lakukan jika alat ini tidak memiliki efek yang positif pada anak atau keluarga kami?
  8. Apakah salah satu dari orang tua memiliki firasat atau perasaan yang kuat yang menolak teknologi ini? Apakah perspektif keduanya telah didengar dengan baik?
  9. Hari apa dan waktu bagaimana yang oke untuk penggunaan alat ini? Tempat seperti apa yang oke dan tidak oke untuk menggunakan alat ini? Apakah oke menggunaka alat ini saat keluarga atau teman-teman datang ke rumah untuk berkunjung?
  10. Berapa banyak waktu yang diperbolehkan untuk anak-anak habiskan menggunakan alat ini setiap hari/setiap minggu?
  11. Bagaimana kami melacak waktu anak kami dengan alat ini?
  12. Bagaimana kami memonitor sikap anak kami dengan alat ini (Website yang mereka kunjungi, gambar yang mereka ambil dan post, pesan yang mereka kirim ke teman-temannya, teman baru yang mereka tambahkan di sosial media)?
  13. Apakah kami rela membuang alat ini jika ini mengganggu anak atau kelurga kami dengan sesuatu cara? Apakah anak kami menerima hak dan tanggung jawab kami untuk membuat keputusan ini?

Ketika kamu membuat keputusan tentang hubungan keluargamu dengan teknologi, ingat lima prinsip ini:

  1. Jadilah contoh. (Kebiasaan orang tua dengan handphone, komputer, dan alat-alat elektronik akan lebih mempengaruhi anak-anak kita dari semua perkataan yang kita katakan.)
  2. Jadilah penuh maksud. Intentional. (Pikirkan. Libatkan. Diskusikan. Rencanakan. Monitor. Sesuaikan. Jangan biarkan hubungan keluargamu dengan teknologi “terjadi begitu saja”.)
  3. Jadilah proaktif. (Antisipasi isu-isu. Punyai diskusi dan buat ekspektasi di depan.)
  4. Jadilah fleksibel. (Beradaptasi sesuai perubahan teknologi, juga karena anak yang berubah.)
  5. Tetap terlibat. 
  Disadur dari artikel di DisciplesToday.org
Share!
Copyright 2014. Gereja Kristus Di Indonesia. All Rights Reserved.
This page was loaded in 1.862 seconds.