John dan Carol McGuirk – Perancis – Gereja Paris Dan Acara Amal Untuk Tuna Wisma Di Tengah Tragedi Pemboman Prancis

Posted in Kabar Baik Internasional

prayforparis

Sabtu pagi, 14 November 2015, kami bangun di kota yang sangat sunyi. Biasanya, kota sudah bising dengan suara orang-orang berangkat ke kantor, mengerjakan pekerjaan rumah, membawa anak-anak ke sekolah, membawa anjing jalan-jalan, bertemu teman-teman, atau ikut kegiatan seni yang selalu ada di sekitar kami di kota yang indah ini. Namun, kemarin, suasana sangat sepi. Sepi yang aneh. Orang-orang menutup jendela mereka dengan gorden. Jalan setapak kosong. Sedikit orang saja yang berani keluar membawa keranjang belanja mereka untuk berbelanja. Beberapa tidak sadar akan apa yang terjadi semalam sampai mereka membaca berita atau membuka Facebook untuk menemukan berita tentang serangan, bendera Perancis, dan teman-teman dari seluruh dunia yang ingin tahu apakah mereka selamat. Bahkan Facebook sendiri ingin tahu apakah kami selamat.

prayforparis-icoc-1 John dan saya duduk bersama setelah berbicara dengan beberapa saudara di gereja lewat telepon dan email berdiskusi apakah sebaiknya kami melanjutkan Gala kami. Berbulan-bulan gereja telah mempersiapkan perayaan akan pencapaian badan amal kami yang disebut Ça Vient Du Cœur, yang artinya, “Ini datang dari hati.” Saudara dan saudari kami telah menyiapkan semua masakan, dekorasi, dan hiburan untuk event pencarian dana ini, untuk memberi makan kepada tuna wisma.

Presiden Prancis telah mendeklarasikan keadaan bahaya malam sebelumnya. Semua acara publik di kota telah dibatalkan dan semua tempat wisata ditutup. Kami telah mendengar dari tempat kami biasa beribadah minggu bahwa kami tidak dapat beribadah seperti biasa. Perancis berada dalam suasana duka secara nasional selama 3 hari.

Namun, gereja tetap ingin bertemu. Keluarga Allah ingin bersama-sama. Itulah yang keluarga lakukan selama tragedi, mereka berkumpul bersama-sama, berduka bersama, mereka berproses bersama-sama. Jadi, kami memutuskan untuk tetap mengadakan acara Gala tersebut, memberi tahu kepada semua orang bahwa kami tidak akan membatalkan, namun tentu kami akan mengerti jika tidak semua akan berpartisipasi.

prayforparis-icoc-4 Malam itu, kami mengadakan Gala tahunan kedua Ça Vient Du Cœur, dan itu semua penuh dengan hati. Kebanyakan jemaat datang pada malam itu. Ketika John dan saya tiba pukul 4 sore, telah banyak murid-murid di sana tiba untuk melayani. Beberapa sedang mengatur meja, beberapa menggantungkan dekorasi pada langit-langit, beberapa menyiapkan panggung dan sound system dan mereka yang di dapur telah bersiap. Setiap meja telah dihias dengan bunga dan buah di atas taplak meja linen. Suasana Perancis yang elegan terdapat di mana-mana. Tidak ada detil yang terlewatkan. Walaupun suasananya sedikit duka, namun setiap orang memberikan yang terbaik untuk melayani dan mendukung satu sama lain.

Pada pukul 5 sore, semua mahasiswa dan remaja datang untuk menjadi pelayan, dengan pakaian hitam putih. Mereka akan menjadi pelayan pada malam itu. Ketika kami melakukan cek suara dengan tim panggung, para pemusik profesional, hati saya terharu. Ini adalah pilihan yang tepat untuk gereja dan teman-teman kami. Ini yang kami semua butuhkan. Kami perlu bersama-sama.

Kami menikmati malam yang penuh fellowship yang manis, makanan yang enak, dan hiburan yang indah. Jemaat lama juga datang dan beberapa tamu, teman dari jemaat datang untuk mendukung acara dengan semangat solidaritas Prancis yang sebenarnya. Ini adalah orang-orang yang kuat, bangsa yang menghargai kemerdekaan dan telah berjuang untuk itu berkali-kali. Orang tua dan muda datang bersama-sama, melayani dan memberi semangat satu sama lain. Persahabatan baru dibangun. Hubungan lama dipulihkan, dan dana dikumpulkan untuk mereka yang miskin dan membutuhkan. Kasih hadir. Allah hadir. Sungguh malam yang indah. prayforparis-icoc-2

Saudara-saudarimu di gereja Paris ingin berterima kasih atas semua doamu. Kami menerima dan terus mendapat banyak pesan dan ekspresi kasih dan penguatan dari saudara-saudari di seluruh dunia. Terima kasih. Terima kasih telah bersama-sama kami, dan Perancis. Tetap doakan bukan hanya untuk kami.

Berdoa juga untuk saudara-saudari di Beirut, dan Syria, dan bagian lain di Timur Tengah. Berdoa untuk Eropa. Berdoa bagi dunia ini dan para pemimpinnya. Berdoa dan berpuasa. Berdoa untuk hati kami untuk membagikan kasih Tuhan dengan berani seperti seharusnya. Berdoa agar iman yang lebih, kasih yang lebih, dan belas kasihan yang lebih lagi untuk dunia yang hilang dan terluka. Biarlah kita bersinar untuk Tuhan di tengah kegelapan. Kasihi sesama kita. Ketuk pintu mereka dan sapalah mereka. Ajak mereka datang ke rumah untuk makan. Sebarkan kebaikan dan kasih. Bawa makanan ke kantor. Tuhan akan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Itu yang Ia lakukan dan siapa Dia. Ia satu-satunya yang Baik.

Cahaya bersinar paling terang di tengah kegelapan. Sedang ada terang di kota Paris saat ini. Ini bukan Menara Eiffel. Ini lebih indah. Ini adalah anak-anak Allah, tubuh Kristus, gereja-Nya.

Orang Tua Vs. Zombies: 26 Pertanyaan Yang Setiap Orang Tua Perlu Tanyakan Tentang Teknologi

Posted in GKDI HotNews, Kabar Baik Internasional

orangtua-vs-zombie-gkdi

Setiap hari, anak-anak saya datang ke rumah dari sekolah menceritakan tentang hal yang baru dengan teknologi:

“Ayahnya punya sebuah ponsel pintar dan ada aplikasi keren ini di dalamnya!”

“Ibunya punya tablet dan ia membiarkan mereka bermain dengan website keren ini!”

“Video game ini melakukan ini, video game ini melakukan itu!”

Kecanggihan teknologi yang terus berganti adalah salah satu dari tantangan yang orang tua jaman sekarang hadapi. Jumlah keputusan yang harus kita buat untuk akses anak-anak kita ke alat-alat elektronik dan social media sangat mencengangkan, dan itu berganti sangat cepat sehingga membuat kepala kita pusing. Saat kita berpikir kita telah berhasil mengendalikan hubungan anak-anak kita dengan teknologi, alat-alat baru datang lagi. Setiap ada sesuatu yang baru, kita perlu mengevaluasi apa yang bekerja dan tidak bekerja untuk keluarga kita, dan untuk setiap anak kita sebagai individu

Sheila Jones – Nashville, USA – “Ketika Orang Tua Kita Semakin Menua”

Posted in GKDI HotNews, Kabar Baik Internasional

care-for-elderly-parents-gkdi-2

Pergumulan ini nyata. Menyakitkan memang. Membingungkan iya. Orang tua kita lah yang melahirkan kita dan merawat kita bertahun-tahun. Dari mengganti popok kita hingga menyekolahkan kita sampai universitas. Dan sekarang mereka membutuhkan kita untuk merawat mereka. Sepertinya tidak benar ketika pertama kali kamu menolong ayahmu berpakaian atau ibumu duduk di toilet. Bukankah hal-hal tersebut yang seharusnya dilakukan mereka untuk kita? Sekarang peran ini membalik dunia kita secara emosional.

Bagaimana kita menghormati hak orang tua kita untuk memilih pilihan mereka sendiri dan memastikan mereka berada di dalam kondisi yang aman? Bagaimana meyakinkan mereka berhenti mengendarai mobil ketika itu sudah tidak aman bagi mereka dan orang lain? Adakah satu titik di mana kita harus mengambil alih kendali hidup mereka ketika mereka tidak menginginkannya? Dapatkah kita menahan rasa bersalah ketika kita memperbolehkan mereka membuat keputusan hidup yang tidak baik untuk mereka? Bagaimana jika mereka hidup ratusan mil dari kita? Apakah harus ada yang pindah?

Gloria Baird – Phoenix,USA – “Rasa Cukup vs Kekuatiran”

Posted in Kabar Baik Internasional

gloria baird-gkdi-rasa cukup vs kekuatiranApa persamaan rasa cukup dan kekuatiran? Tidak ada! Bahkan, mereka tidak dapat muncul bersamaan. Wanita sangat bergumul dengan kekuatiran. Sepertinya itu datang dengan sendirinya. Sebuah artikel psikoterapi berjudul “Apakah kita sekarang lebih baik?” (LA TIMES – 18 Januari 2000) mengatakan ini tentang kekuatiran: “Kita telah menciptakan kategori baru dari apa yang seseorang kuatirkan: ratusan cara baru dimana kita bisa gagal/jatuh atau orang lain akan menjatuhkan/menggagalkan kita.”

Kekuatiran adalah dosa. Kita harus melawan hal tersebut. Kita sedang berada dalam peperangan, dan salah satu pertempuran yang paling besar terjadi di dalam pikiran kita! Kita tidak akan pernah memenangkan pertempuran kekuatiran sampai kita mengambil tanggung jawab atas pikiran kita sendiri dan “menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” (2 Korintus 10:5). Siapa dan apa yang memberi makan pikiran-pikiran kita? Sangat penting untuk mengevaluasi cara pandang dan pikiran kita tentang diri sendiri, peran, dan hubungan-hubungan kita. Ini akan membantu kita memenangkan pertempuran melawan kekuatiran.

Zann dan Samuel – Singapura – Pengaruh HYC 2015 Jakarta Terhadap Baptisan Remaja di Singapura

Posted in Jakarta, Kabar Baik Internasional, Kabar Baik Nusantara

hyc2015 Tepat satu minggu setelah HOPE Youth Corps (HYC) di Jakarta, 2 orang remaja yang berpartisipasi saat itu, mengambil keputusan menjadi murid Yesus dan dibaptis! Zann dan Samuel, keduanya berumur 15 tahun dan berasal dari Teen Ministry Singapur. Kami bangga pada mereka dan bagaimana mereka sangat bertumbuh sehingga mencapai titik ini. Pengalaman mereka di HOPE Youth Corps tidak hanya membantu orang lain tetapi juga mereka sendiri. Ini adalah kisahnya.
Copyright 2014. Gereja Kristus Di Indonesia. All Rights Reserved.
This page was loaded in 2.062 seconds.